7 Jam Berjibaku, Polres Natuna Padamkan Kebakaran 15 Hektare Lahan di Cemaga, Ini Nama Pemiliknya

Lainnya, Natuna1439 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Polres Natuna bergerak cepat menangani kebakaran lahan kosong di Desa Cemaga dan Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, Minggu, 23 Agustus 2026. Kebakaran yang mulai diketahui sekitar pukul 11.00 WIB itu membakar sekitar 15 hektare lahan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 18.10 WIB.

Api pertama kali diketahui oleh Andrianto, Ketua RT 007 Desa Cemaga, saat melintas di Jalan Tanjung Sagu seusai menghadiri acara pernikahan. Ia melihat titik api dari kawasan lahan kosong dan segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas Desa Cemaga.

Mendapat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Cemaga Brigadir Nirwan Wahyu Cahyono langsung menuju lokasi. Sekitar pukul 11.55 WIB, pemadaman awal dilakukan menggunakan peralatan swadaya sembari menunggu armada pemadam kebakaran tiba.

Tak lama kemudian, Damkar Polres Natuna dan Damkar Kabupaten Natuna tiba di lokasi. Pemadaman diperkuat personel Polres Natuna, Polsek Bunguran Timur, Polsubsektor Bunguran Selatan, TNI AL dan masyarakat.

Kondisi angin kencang menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Bara api yang terbawa angin membuat kobaran menjalar dari kawasan Tanjung Sagu, Desa Cemaga, menuju Jalan Batu Kasah di Desa Cemaga Tengah.

Petugas kemudian melakukan penyekatan dan pemadaman secara berkelanjutan. Sejumlah sarana dikerahkan, yakni mobil Damkar Polres Natuna, mobil tangki air Polres Natuna, mobil Damkar Kabupaten Natuna, mobil tangki air PDAM dan mobil tangki air TNI AL.

Setelah lebih dari tujuh jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 18.10 WIB.

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie mengatakan, jajaran Polres Natuna langsung bergerak setelah menerima laporan kebakaran untuk memastikan api tidak semakin meluas.

“Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan personel dan berkoordinasi dengan Damkar, TNI AL serta masyarakat. Prioritas kami adalah memadamkan api, mencegah penyebaran dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi,” ujar Novyan.

Menurutnya, kondisi angin kencang menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat menjalar. Karena itu, personel di lapangan terus melakukan pemadaman sekaligus penyisiran untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani sedini mungkin,” katanya.

Berdasarkan keterangan sementara Ketua RT setempat, terdapat sembilan nama yang disebut sebagai pemilik lahan yang terdampak kebakaran, yakni:

Khairul Syahroni, Durman, Yudiono, Abdul Kadir, Ali Usman, Jisamar, Hotris Tampubolon, Tamazim dan Ishak.

Data tersebut masih bersifat sementara karena alamat dan biodata lengkap para pemilik lahan belum diketahui oleh Ketua RT setempat dan masih dalam proses pendataan.

Kapolres Natuna menyampaikan bahwa penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Titik api diketahui bermula dari kawasan lahan kosong sebelum kemudian menyebar akibat tiupan angin kencang.

Polisi masih melakukan pemantauan dan pendalaman terhadap kejadian tersebut.

Dalam penanganan kebakaran, personel Polres Natuna, Polsek Bunguran Timur, Polsubsektor Bunguran Selatan, Bhabinkamtibmas, piket Intel, piket Reskrim dan Satgas Karhutla diterjunkan.

Selain itu, Damkar Polres Natuna, Damkar Kabupaten Natuna, TNI AL serta masyarakat ikut membantu proses pemadaman.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Setelah api berhasil dipadamkan, situasi di lokasi dilaporkan aman, terkendali dan kondusif.

Kapolres menegaskan bahwa sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam menangani kebakaran tersebut.

“Kecepatan informasi dan respons bersama sangat penting dalam penanganan karhutla. Kami mengapresiasi personel, Damkar, TNI AL dan masyarakat yang bersama-sama turun ke lapangan sampai api benar-benar berhasil dikendalikan,” ujar Novyan.(kalit)

 

Polres Natuna padamkan lahan trbakar di cemaga