Antasenabuletin.id,Natuna – Di Masjid Jami Sya’airillah, Kampung Air Raya, Kecamatan Serasan, suasana khutbah Jumat kali ini terasa berbeda. Sang khatib tidak hanya mengenakan kain sorban dan jubah, tetapi juga menyampirkan selendang khas di atas seragam dinas polisi. Ia adalah Bripda Wira Ramadhan, Bhabinkamtibmas Polsek Serasan, Polres Natuna, yang memilih mimbar masjid sebagai ruang dialog baru untuk menebar pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). (12/6/2026)
Langkah Bripda Wira ini bukan sekadar formalitas. Dalam khutbahnya, ia dengan halus namun tegas mengingatkan jamaah bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, dan setiap manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Tuhan.
“Karena itu, menjaga hubungan baik dengan sesama, menjauhi perbuatan melanggar hukum, serta menciptakan lingkungan yang aman dan damai merupakan bagian dari tanggung jawab bersama,” ujarnya, disimak dengan khidmat oleh ratusan jamaah pria dan wanita.
Pendekatan ini dinilai sebagai terobosan cerdas di era di mana kepercayaan publik terhadap aparat sering kali diuji. Dengan masuk ke ruang spiritual warga, polisi tidak lagi dipandang sebagai sosok yang menakutkan atau represif, melainkan sebagai bagian dari umat yang sama-sama menginginkan kebaikan.
“Ini cara yang sangat elegan. Polisi tidak datang dengan borgol, tapi dengan nasihat yang menyentuh hati. Pesannya lebih mudah diterima karena disampaikan di saat hati sedang lembut pasca shalat Jumat,” komentar H. Abdul Rahman, seorang tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ini sejalan dengan program Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang digalakkan Kapolri. Melalui Bhabinkamtibmas, Polri berusaha mencegah kejahatan sebelum terjadi (prediktif) dengan membangun kedekatan emosional dan kepercayaan dari akar rumput.
Di daerah kepulauan seperti Natuna, di mana ikatan kekeluargaan dan religiusitas masih sangat kuat, pendekatan melalui masjid terbukti menjadi strategi yang efektif.
Selain pesan moral, Bripda Wira juga menyelipkan imbauan praktis terkait pencegahan konflik sosial, hoaks, serta pentingnya toleransi antarwarga. Pesan-pesan ini dikemas dalam bahasa agama yang mudah dicerna, sehingga tidak terasa menggurui.
Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla menyatakan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digalakkan di seluruh kecamatan di Natuna. “Kami ingin polisi hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya saat ada masalah, tapi juga saat momen ibadah. Ini bentuk pengabdian total kami untuk Natuna yang aman, damai, dan berkah,” ucap Kapolres Natuna (12/6)
Bagi warga Kampung Air Raya, kehadiran Bripda Wira di mimbar Jumat adalah bukti nyata bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi juga kewajiban iman. Di bawah langit Serasan yang biru, pesan damai itu bergema, mengingatkan bahwa seragam coklat bisa saja berubah warna, tetapi niat untuk menjaga persaudaraan harus tetap putih bersih.(kalit)













