Bupati Cen Sui Lan Ajukan Sumur Bor untuk Kelarik dan Kelarik Utara Ke BWS, Tegaskan Air Bersih Adalah Hak Dasar Warga

Natuna77 Dilihat

Antasenabuletin.id,Natuna – Krisis air bersih saat musim kemarau tak lagi boleh dibiarkan menjadi siklus tahunan yang membebani warga. Menjawab keresahan itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan mengambil langkah konkret dengan mengajukan pembangunan sumur bor kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Kepulauan Riau.

 Komitmen ini disampaikan langsung saat meninjau normalisasi saluran air di Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Rabu (17/6/2026).

“Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah bagi masyarakat,” tegas Cen Sui Lan, kepala daerah perempuan di Kepri yang konsisten menyuarakan kesejahteraan rakyat dari lapangan.(17/6/2026)

 Ia menekankan bahwa pengajuan sumur bor bukan sekadar wacana politik, melainkan respons atas fakta empiris, dimana warga pernah kesulitan mendapatkan air bersih ketika curah hujan minim dan sumber air permukaan menyusut drastis.

Dua titik prioritas telah ditetapkan secara presisi adalah  Desa Kelarik dan Desa Kelarik Utara. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada data historis kekeringan dan aspirasi masyarakat yang kerap terdampak. Dengan adanya sumur bor, diharapkan tercipta sumber air alternatif yang andal, sehingga warga tidak perlu lagi antre berjam-jam atau mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air di tengah terik matahari.

Langkah Bupati Cen Sui Lan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Natuna dalam pengelolaan air terpadu. Normalisasi di Sebadai Ulu yang ditinjau hari ini berjalan paralel dengan rencana sumur bor, memperbaiki aliran air permukaan sekaligus menyiapkan cadangan air tanah.

 Pendekatan holistik ini memastikan ketahanan air masyarakat terjaga sepanjang tahun, bukan hanya saat musim penghujan.

Bagi warga Kelarik dan sekitarnya, pengajuan ini adalah harapan nyata yang dinanti-nanti. Air bersih bukan barang mewah, tapi hak konstitusional yang wajib dijamin negara. Dan ketika pemimpin turun ke lapangan dengan solusi berbasis data, kepercayaan publik pun kembali kokoh.

Musim kemarau mungkin datang silih berganti, tapi dengan infrastruktur air yang memadai, kesehatan, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat Natuna akan tetap stabil. Karena sejatinya, kemakmuran sebuah daerah dimulai dari terpenuhinya tetes air pertama di setiap rumah warganya.(kalit)