Cabai Tembus Rp120 Ribu, Cen Sui Lan dan Karantina Dorong Diskresi FTZ untuk Natuna

Natuna832 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mulai mengalami kenaikan. Cabai rawit yang sebelumnya Rp70 ribu–Rp80 ribu per kilogram, kini mencapai sekitar Rp120 ribu per kilogram.

Kondisi ini mendapat perhatian serius Bupati Natuna Cen Sui Lan. Ia meminta pemerintah pusat memberikan diskresi pemasukan barang dari kawasan Free Trade Zone (FTZ) untuk daerah kepulauan seperti Natuna.

Cen mengatakan, sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat Natuna masih didatangkan dari luar daerah. Karena itu, kelancaran distribusi sangat menentukan ketersediaan dan harga barang di pasaran.

Untuk mencari solusi, Cen mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pihak Karantina. Ia meminta agar persoalan kuota dan pemasukan barang tersebut dapat dikoordinasikan hingga ke pemerintah pusat.

“Saya langsung menghubungi kepala karantina. Provinsi juga ikut membantu supaya kita mendapatkan kuota. Supaya ada diskresi untuk daerah kepulauan,” kata Cen saat ditemui awak media di Kantor Bupati Natuna, Senin (31/8/2026).

Menurut Cen, Natuna membutuhkan perlakuan khusus karena merupakan wilayah kepulauan dan perbatasan dengan biaya logistik yang tinggi.

“Harus ada diskresi untuk kita-kita di ujung perbatasan,” ujarnya.

Ia khawatir jika pasokan tidak lancar, kenaikan harga kebutuhan pokok akan semakin membebani masyarakat dan menekan daya beli.

“Kita khawatir masyarakat terdampak. Mengapa masyarakat harus mengeluarkan biaya dua kali lipat?” tegasnya.

Cen menegaskan barang yang masuk ke Natuna pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, bukan untuk dibawa keluar daerah.

Pemkab Natuna bersama Pemerintah Provinsi Kepri dan pihak Karantina kini terus berkoordinasi mencari solusi. Cen berharap pemerintah pusat memberikan kebijakan yang sesuai dengan kondisi geografis Natuna.

Bagi Cen, kelancaran pasokan harus dijaga agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan masyarakat tidak menjadi korban tingginya biaya distribusi.(Kalit)

Bupati Natuna Cen Sui lan