Cen Sui Lan Wujudkan Mimpi Natuna Punya Dokter Spesialis Lengkap

Natuna54 Dilihat

Antasenabuletin.id,Natuna– Pemerintah Kabupaten Natuna di bawah kepemimpinan Bupati Natuna Cen Sui Lan terus menunjukkan komitmennyav dalam membangun sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor kesehatan.

Salah satu langkah strategis yang kembali dijalankan pada tahun 2026 adalah penyediaan beasiswa pendidikan dokter spesialis guna memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah perbatasan.

Program beasiswa dokter spesialis tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Natuna dalam menjawab kebutuhan tenaga medis berkualitas di RSUD Natuna maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan peralatan medis, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat Natuna mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah. Karena itu, investasi pada pendidikan dokter spesialis merupakan langkah penting untuk masa depan pelayanan kesehatan Natuna,” ujar Cen Sui Lan.(9/6/2026)

Pada tahun 2026, Natuna mendapatkan tujuh kuota beasiswa dokter spesialis melalui pembiayaan bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Tiga peserta akan dibiayai melalui APBD Natuna, sementara empat peserta lainnya melalui APBD Provinsi Kepri.

Program tersebut mencakup sejumlah bidang spesialis yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain penyakit dalam, bedah, anak, anestesi, rehabilitasi medik, radiologi, dan ortopedi.

Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Hikmat Aliansyah, menjelaskan bahwa program ini diprioritaskan bagi dokter ASN yang telah mengabdi di Natuna. Namun demikian, kesempatan juga dibuka bagi peserta non-ASN maupun lulusan baru yang memenuhi persyaratan.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dokter spesialis di Kabupaten Natuna dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap daerah, seluruh penerima beasiswa diwajibkan menandatangani perjanjian pengabdian selama 20 tahun setelah menyelesaikan pendidikan spesialis.

“Kebijakan ini bertujuan agar investasi besar yang dilakukan pemerintah benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Natuna,” jelas Hikmat.

Dukungan penuh terhadap program tersebut juga datang dari Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik. Pemerintah daerah berharap keberadaan dokter spesialis nantinya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan sektor kesehatan di wilayah perbatasan Indonesia.

Program beasiswa dokter spesialis tahun 2026 mulai disosialisasikan pada 9 Juni 2026, dengan masa pendaftaran berlangsung hingga 19 Juni 2026. Seleksi akan dilakukan melalui tahapan administrasi, psikotes, wawancara, hingga penetapan peserta yang lulus pada awal Juli mendatang.

Melalui program ini, Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa pembangunan SDM kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas hidup masyarakat Natuna di masa depan.

Pemerintah daerah ingin memastikan setiap warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya sendiri. (kalit)