Green Policing Kapolres Natuna Bukan Sekadar Slogan! 8 Ton Air Bersih Disalurkan, Sumur untuk Pedagang Disiapkan

Natuna425 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Menjaga lingkungan bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat mendapat perhatian. Prinsip inilah yang ditunjukkan Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla, melalui program Green Policing di Pasar Ranai, Kabupaten Natuna, (22/10/2026). Bersama personel Polres Natuna dan dinas terkait, ia menggerakkan gotong royong, menyalurkan 8 ton air bersih, sekaligus merencanakan pembuatan sumur cincin untuk membantu kebutuhan air di kawasan pasar.

 

Bagi para pedagang, air bersih bukan sekadar pelengkap. Ketersediaannya menjadi bagian penting untuk menjaga kebersihan lapak, mendukung aktivitas perdagangan, dan menciptakan lingkungan pasar yang nyaman bagi masyarakat.

 

Memahami pentingnya persoalan tersebut, kegiatan Green Policing tidak hanya diarahkan pada aksi bersih-bersih. Bantuan air bersih turut disalurkan sebagai langkah untuk membantu kebutuhan masyarakat, sementara rencana pembangunan sumur cincin disiapkan sebagai upaya mendukung ketersediaan air dalam jangka panjang.

 

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan bersama yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

 

“Melalui program Green Policing, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ini bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi tanggung jawab kita semua. Lingkungan yang bersih dan sehat akan tercipta apabila ada kepedulian dan semangat gotong royong,” ujar Novyan.

 

Ia juga menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi warga membutuhkan lingkungan yang bersih, sehat, serta didukung ketersediaan air bersih yang memadai.

 

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya membantu kebutuhan air bersih di Pasar Ranai dengan menyalurkan 8 ton air. Kami juga merencanakan pembuatan sumur cincin agar ke depan dapat membantu memenuhi kebutuhan air di kawasan pasar. Harapannya, upaya ini bisa memberikan manfaat bagi para pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di sini,” ungkapnya.

 

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa Green Policing tidak hanya berbicara tentang menjaga alam, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

 

Di pasar tradisional, kebersihan lingkungan dan ketersediaan air saling berkaitan. Tanpa dukungan air yang cukup, upaya menjaga kebersihan akan menghadapi tantangan tersendiri. Karena itu, penyaluran air bersih menjadi bantuan yang dapat dirasakan saat ini, sedangkan rencana pembuatan sumur diharapkan menjadi solusi pendukung untuk masa mendatang.

 

Novyan berharap semangat gotong royong yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus dipelihara, sehingga kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir.

 

“Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan. Mari kita rawat alam, jaga kebersihan tempat kita beraktivitas, dan tumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Jika dilakukan bersama-sama, manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat sekarang maupun generasi yang akan datang,” tegasnya.

 

Pasar Ranai menjadi gambaran bahwa menjaga lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar imbauan. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, kepedulian terhadap kebutuhan warga, dan upaya berkelanjutan agar lingkungan tetap bersih serta nyaman.

 

Melalui Green Policing, Kapolres Natuna mengajak masyarakat menjadikan gotong royong sebagai budaya dan kepedulian sebagai tindakan nyata. Sebab, menjaga lingkungan bukan hanya tentang hari ini, melainkan tentang menciptakan ruang hidup yang lebih baik bagi semua.(KALIT)

 

Polres Natuna bersihkan pasar rakyat kabupaten Natuna