H. Mustamin Bakri DPRD Kepri Antarkan Sahabat Kuntiu Pulang, Kenangan Tenis Batu Kapal Jadi Pengantar Terindah

Lainnya, Natuna432 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID, NATUNA – Duka yang mendalam menyelimuti rumah almarhum Minarto alias Kuntiu di Ranai, Natuna, Kamis (25/6/2026). Namun, di tengah kesedihan itu, keluarga merasa sedikit terhibur oleh kehadiran sosok yang bukan hanya wakil rakyat, tetapi juga sahabat karib almarhum: Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari Dapil Natuna-Anambas, H. Mustamin Bakri, S.Sos., M.Si., beserta istri tercinta.

Bagi H. Mustamin Bakri, kepergian Kuntiu bukan sekadar kehilangan seorang tokoh masyarakat, melainkan kehilangan seorang kawan baik yang selama ini kerap berbagi tawa dan keringat di atas lapangan.

Keduanya dikenal sangat akrab dan rutin menghabiskan waktu bersama bermain tenis di Lapangan Tenis Batu Kapal. Di sanalah terjalin obrolan hangat tentang kehidupan, keluarga, dan harapan untuk masyarakat Natuna.

“Kuntiu bukan hanya tokoh yang kami hormati, beliau adalah sahabat saya yang paling dekat. Kami sering bermain tenis bersama di Lapangan Tenis Batu Kapal, saling mendukung dan menertawakan hal-hal sederhana. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk dukungan moral dan doa agar Ibu serta keluarga diberi kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dari Allah SWT,” ujar H. Mustamin Bakri dengan suara bergetar namun penuh ketulusan di hadapan keluarga yang berduka.

H Mustamin DPRD Kepri bersama istrinya turut berduka kepada istri kuntiu

Interaksi ini menegaskan bahwa H. Mustamin Bakri bukan sekadar nama di daftar absensi parlemen, melainkan figur yang hidup bersama konstituennya di Dapil Natuna-Anambas.

Ia memahami bahwa representasi politik yang sesungguhnya adalah kehadiran fisik dan emosional di tengah rakyat, terutama di saat-saat seperti ini. Nilai-nilai keislaman yang ia junjung tinggi tercermin jelas dalam cara ia memperlakukan keluarga sahabatnya yang sedang ditimpa musibah.

Istri dan kedua anak almarhum Kuntiu saat di pemakaman TPU Senubing

Kehadiran mereka menambah kesan khidmat dan bermakna bagi prosesi pemakaman almarhum Kuntiu. Bagi keluarga, ini adalah bukti bahwa almarhum dihormati bukan hanya semasa hidup, tetapi juga dalam perpisahan terakhirnya.

Bagi H. Mustamin Bakri, momen ini adalah pengingat bahwa jabatan legislator adalah amanah untuk melayani, bukan sekadar gelar. Dan layanan terbaik seringkali bukan berupa kebijakan besar, melainkan kehadiran tulus di samping mereka yang sedang menangis, disertai doa yang tulus dari hati. Lapangan Tenis Batu Kapal mungkin kini akan terasa sepi tanpa sosok Kuntiu, namun kenangan indah persahabatan mereka akan tetap abadi.

Selamat jalan, Pak Kuntiu. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketenangan hati. (Kalit)