Henderiyana dari Natuna Hadiri Munas HIPMI XVIII di Lampung , Optimistis Kepemimpinan Ade Jona Buka Jalan Pengusaha Daerah Tembus Panggung Nasional

Natuna119 Dilihat

Antasenabuletin.id,Natuna – Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI yang berlangsung di Bandar Lampung pada 10–11 Juni 2026 menorehkan sejarah baru bagi dunia kewirausahaan Indonesia. Melalui proses yang berlangsung penuh semangat persatuan, Ade Jona Prasetyo resmi ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029.

Munas HIPMI XVIII di Lampung

Di tengah momentum nasional tersebut, hadir pula tokoh muda Kepulauan Riau asal Natuna, Henderiyana, S.IP, mantan Ketua Umum BPC HIPMI Natuna sekaligus Wakil Dewan Pembina HIPMI Kepri,

yang mengikuti langsung jalannya Munas bersama jajaran BPD HIPMI Kepulauan Riau di bawah kepemimpinan Louis Loi.

Bagi Henderiyana, Munas XVIII bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan titik awal lahirnya kekuatan baru yang akan menentukan arah gerak pengusaha muda Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompetitif.

Menurutnya, terpilihnya Ade Jona secara aklamasi menunjukkan kedewasaan organisasi serta kuatnya semangat persatuan di tubuh HIPMI sebagai rumah besar para pengusaha muda Indonesia.

“Ini bukan hanya kemenangan seorang ketua umum, tetapi kemenangan seluruh kader HIPMI Indonesia. Ketika seluruh elemen organisasi mampu bersatu dalam satu visi, maka HIPMI akan menjadi kekuatan besar yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari daerah hingga pusat,” ujar Henderiyana usai mengikuti rangkaian Munas.(25/6/2026)

Ia menilai, Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak pengusaha muda yang berani berinovasi, menciptakan lapangan kerja, serta mampu memanfaatkan potensi ekonomi di setiap daerah. Karena itu, HIPMI harus hadir sebagai jembatan yang menghubungkan potensi daerah dengan peluang investasi dan pasar yang lebih luas.

Sebagai putra daerah Natuna yang selama ini aktif mendorong tumbuhnya wirausaha muda di wilayah perbatasan, Henderiyana berharap kepemimpinan Ade Jona mampu membawa HIPMI semakin dekat dengan daerah-daerah strategis yang selama ini memiliki potensi besar namun belum tergarap secara maksimal.

“Daerah seperti Natuna memiliki sumber daya yang luar biasa. Mulai dari sektor kelautan, perikanan, energi, pariwisata hingga ekonomi maritim. Yang dibutuhkan adalah konektivitas, akses investasi dan kolaborasi. Saya yakin di bawah kepemimpinan Ade Jona, HIPMI akan semakin mampu menjembatani kebutuhan daerah dengan peluang nasional bahkan global,” katanya.

Lebih lanjut, Henderiyana menegaskan bahwa pengusaha muda di daerah tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi nasional. Sebaliknya, mereka harus menjadi pelaku utama yang ikut menentukan arah pembangunan bangsa.

Menurutnya, HIPMI memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi pengusaha baru yang tangguh, mandiri dan berdaya saing internasional.

“Sudah saatnya pengusaha muda dari daerah tampil di garis depan. HIPMI harus menjadi inkubator lahirnya pemimpin-pemimpin ekonomi masa depan Indonesia. Ketika daerah maju, maka Indonesia akan semakin kuat,” tegasnya.

Munas XVIII HIPMI sendiri menjadi contoh nyata bagaimana semangat persatuan mampu mengakhiri dinamika organisasi dengan elegan. Dukungan yang diberikan oleh para kandidat lain, termasuk Anthony Leong dan Reynaldo Bryan, menjadi simbol bahwa kepentingan organisasi ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Sementara itu, dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum BPP HIPMI, Ade Jona menegaskan bahwa hasil aklamasi merupakan amanah besar dari seluruh kader HIPMI Indonesia.

Ia mengajak seluruh elemen organisasi untuk meninggalkan perbedaan dan fokus membangun HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Dengan berakhirnya Munas XVIII, harapan baru kini bertumpu pada kepemimpinan Ade Jona Prasetyo. Dari Bandar Lampung, semangat persatuan yang digaungkan HIPMI diyakini akan menjalar ke seluruh penjuru negeri, termasuk wilayah perbatasan seperti Natuna, yang siap mengambil peran lebih besar dalam peta ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045. (kalit)