Hoaks Pengobatan Kanker Gratis di RSPAD Gatot Soebroto Kembali Muncul, Modus Penipuan dan Pencurian Data Terungkap

Natuna789 Dilihat

Antasenabuletin.id,Jakarta – Pesan berantai yang mengklaim adanya “pengobatan kanker stadium 4 tanpa operasi dan kemoterapi” di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, serta menawarkan bantuan gratis dari “Yayasan Miracle Hope”, kembali beredar luas di WhatsApp, Facebook, dan grup komunitas sejak awal Juni 2026. Namun, fakta di lapangan justru sebaliknya: ini adalah HOAKS lama yang dimodifikasi, bahkan berpotensi sebagai modus penipuan data pribadi. (14/6/2026)

Pesan tersebut menyebut bahwa teknologi “CELL CURE” hasil hibah pemerintah Jerman hanya tersedia di Jerman dan Indonesia, dan bisa menyembuhkan kanker secara ajaib. Bahkan, ia meminta korban mengisi formulir lengkap termasuk nama, alamat, jenis kanker, hingga surat keterangan tidak mampu dari RT/RW — lalu dikirim ke email  Fani.ferdiani@yahoo.com  dan PIN BBM  23823ADB .

🔍 Fakta Di Balik Hoaks: Tidak Ada Kerja Sama, Tidak Ada Obat Ajaib

Berdasarkan konfirmasi resmi dari Kominfo (TurnBackHoax), Jala Hoaks Jakarta, dan CekFakta.com, klaim tersebut sepenuhnya palsu.

“Pesan berantai tersebut adalah berita bohong (hoaks) yang terus berulang dan dimodifikasi sejak 2013. Jangan pernah mengirimkan data pribadi atau dokumen sensitif,” tulis Kominfo dalam laporannya.

Lebih lanjut, pihak RSPAD Gatot Soebroto telah berulang kali membantah keberadaan program pengobatan kanker gratis oleh yayasan fiktif tersebut. Pusat penelitian seluler (Cellcure Centre) yang memang ada di rumah sakit tersebut bukanlah obat instan, melainkan fasilitas riset dan terapi seluler (seperti stem cell) yang digunakan sesuai indikasi medis ketat — dan tidak gratis sembarangan.

👤 Siapa Fani Ferdiani? Konfirmasi: Ini Penipuan Lama!

Nama “Fani Ferdiani” yang disebut dalam pesan ternyata juga telah dikonfirmasi oleh pihak terkait sebagai korban identitas palsu. Dalam klarifikasi yang dikutip oleh Pemerintah Kota Jakarta, disebutkan:

“Pihak yang dicatut namanya dalam pesan tersebut (Fani Ferdiani) juga telah mengonfirmasi bahwa informasi itu adalah penipuan lama yang kembali beredar.”

Artinya, pelaku hoaks sengaja menggunakan nama orang nyata untuk memberi kesan kredibilitas — padahal tujuannya adalah mengumpulkan data pribadi atau memeras korban melalui kedok “yayasan amal”.

⚠️ Modus Baru: Dari Hoaks Kesehatan ke Pencurian Data & Pemerasan

Yang paling mengerikan, pesan ini bukan sekadar hoax biasa — tapi modus pencurian data pribadi. Dengan meminta dokumen seperti surat keterangan tidak mampu dari RT/RW, pelaku dapat:

Memalsukan identitas untuk pinjaman online ilegal

Menjual data ke pihak ketiga

Melakukan pemerasan dengan ancaman “data Anda akan disebar jika tidak bayar”

“Ini sangat berbahaya. Korban yang sedang putus asa karena penyakit keras justru jadi sasaran empuk,” ujar Dr. Andi Wijaya, pakar kesehatan digital dari Universitas Indonesia.

💡 Apa Yang Harus Dilakukan Masyarakat?

JANGAN SEBARLUASKAN pesan tersebut.

JANGAN MENGIRIM DATA PRIBADI ke email atau kontak yang tercantum.

Jika Anda atau kerabat menderita kanker, segera konsultasikan ke dokter onkologi di rumah sakit resmi (RSPAD Gatot Soebroto, RS Kanker Dharmais, RSUPN Cipto Mangunkusumo, dll).

Untuk bantuan biaya kesehatan bagi warga tidak mampu, gunakan jalur resmi seperti BPJS Kesehatan atau program bantuan sosial pemerintah daerah setempat.

Laporkan akun atau nomor yang menyebarkan hoaks ke Kominfo via aduankonten.id atau polisi siber.

📢 Kampanye #StopHoaksKanker: Satu Share Bisa Selamatkan Nyawa

Di tengah maraknya hoaks kesehatan, penting bagi kita semua untuk menjadi “filter” sebelum membagikan informasi. Karena satu share hoaks bisa menyebabkan:

Pasien terlambat mendapatkan penanganan medis yang benar

Keluarga kehilangan uang karena tertipu

Data pribadi bocor dan disalahgunakan

Mari bersama-sama kampanyekan #StopHoaksKanker dan #1Hari1Kebenaran,bukan hanya kebaikan, tapi juga keselamatan.

Karena pada akhirnya, obat terbaik untuk kanker bukan janji ajaib, tapi ilmu pengetahuan, empati, dan kejujuran.(tim-Red)