ANTASENA BULETIN.ID, NATUNA – Di tengah kesibukan tugas penegakan hukum, personel Satreskrim Polres Natuna menyempatkan waktu untuk berbagi kasih sayang kepada sesama. Pada Jumat (3/7/2026), kegiatan “Jumat Berkah” digelar secara sederhana namun bermakna di dua lokasi vital: TPA Sampah Air Kolek dan kawasan Pemecah Batu di kaki Gunung Ranai.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Natuna, AGUS RIKI JONELSON SINAGA, S.H. ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tapi juga saat warga membutuhkan uluran tangan.
Aksi nyata, puluhan nasi bungkus dibagikan secara simbolis kepada para pekerja pemulung sampah dan masyarakat pemecah batu yang sehari-hari berjuang menghidupi keluarga di kondisi ekstrem.
Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar makanan, melainkan bentuk apresiasi atas ketangguhan hidup di garis depan NKRI.
“Kami ingin menciptakan tali silaturahmi yang erat. Polisi itu dekat dengan rakyat, dan kepedulian kami harus sampai ke pelosok-pelosok seperti TPA Air Kolek dan Gunung Ranai,” ujar Kasat Reskrim Agus Riki Jonelson Sinaga saat menyerahkan bantuan.
Kegiatan ini melibatkan empat personel Satreskrim yang turun langsung ke lapangan:
AIPTU DONNY
BRIGPOL ARIF ZEGA
BRIPTU RIDHO CHOLID
BRIPTU WELLY
Mereka tidak hanya membagikan nasi, tetapi juga berbaur dan mendengarkan cerita para penerima manfaat. Interaksi hangat ini menunjukkan wajah humanis Polri yang sering kali luput dari sorotan kamera, namun sangat dirasakan oleh warga.
Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla, mengapresiasi inisiatif Satreskrim. Menurutnya, kegiatan Jumat Berkah sejalan dengan filosofi Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan berbasis simpati dan empati.
“Di Natuna, kita semua adalah keluarga besar. Tidak boleh ada warga yang merasa terlupakan, apalagi mereka yang bekerja keras di sektor informal. Ini adalah wujud nyata ‘Mengabdi Untuk Masyarakat’ dalam skala mikro,” tegas Kapolres.
Kegiatan Jumat Berkah Satreskrim Polres Natuna telah menciptakan efek domino positif:
Mempererat hubungan polisi-masyarakat di wilayah rentan.
Memberikan semangat hidup bagi pekerja marginal.
Menjadi teladan bagi instansi lain untuk peduli sosial.
Dengan aksi nyata seperti ini, Polres Natuna membuktikan bahwa keamanan dan ketertiban tidak hanya dibangun melalui operasi penindakan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang tulus. (Kalit)
