Natuna Jadi Penerima Terbesar Hilirisasi Kelapa di Kepri, Cen Sui Lan Kawal 350 Hektare untuk 497 Petani

Lainnya, Natuna1186 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Kabupaten Natuna kembali mendapat kepercayaan besar dari pemerintah pusat. Melalui program Hilirisasi Kelapa Dalam APBN Tahun Anggaran 2026, Natuna menjadi daerah dengan alokasi terbesar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mencapai 350 hektare.

Program strategis Kementerian Pertanian tersebut mencakup 38.500 benih kelapa dalam bersertifikat, 115.500 kilogram pupuk organik serta 4.550 Hari Orang Kerja (HOK).

Sebanyak 497 petani yang tergabung dalam 34 kelompok tani akan menerima manfaat program yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Natuna.

Program tersebut secara resmi disosialisasikan dan dibuka oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan di Gedung Sri Serindit, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Sabtu (22/8/2026).

Natuna Terbesar di Kepri

Ketua Tim Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, Eva Elfriani Br Tarigan, menyampaikan bahwa Natuna memperoleh alokasi terbesar dibandingkan daerah lain di Kepri yang menerima program serupa.

«“Di Kepri terdapat empat kabupaten yang mendapat bantuan, yaitu Bintan, Lingga, Karimun dan Natuna. Yang paling banyak adalah Kabupaten Natuna, sebanyak 350 hektare dengan benihnya 38.500 batang,” ujar Eva.»

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat untuk mengembangkan komoditas kelapa dalam secara berkelanjutan.

Yang menarik, benih yang disiapkan bukan berasal dari luar daerah, melainkan benih kelapa dalam unggul lokal Natuna yang telah melalui proses sertifikasi dan diberikan label hijau.

Cen Sui Lan Dorong Kelapa Natuna Naik Kelas

Bupati Cen Sui Lan menilai program tersebut harus menjadi titik awal untuk mengubah pola pengelolaan kelapa masyarakat dari sekadar komoditas perkebunan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

«“Kelapa bukan hanya sekadar tanaman pekarangan. Di era sekarang kita harus bicara tentang produktivitas dan hilirisasi—bagaimana kelapa yang kita tanam bernilai ekonomi tinggi, dari hulu hingga hilir,” tegas Cen Sui Lan.»

Menurutnya, bantuan pemerintah harus dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran.

Cen Sui Lan secara khusus mengingatkan petani agar bantuan pupuk tidak dijual atau dialihkan, sementara pembuatan lubang tanam wajib mengikuti standar teknis yang ditetapkan pemerintah.

«“Mari kita buktikan bahwa petani Natuna adalah petani yang hebat, tangguh, amanah dan siap maju bersaing,” katanya.»

350 Hektare, 497 Petani, Enam Kecamatan

Program hilirisasi kelapa dalam tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Selatan, Bunguran Tengah, Bunguran Batubi dan Bunguran Utara.

Pelaksanaannya dibagi menjadi dua skema, yakni perluasan dan peremajaan tanaman kelapa dalam.

Perluasan dilaksanakan di Bunguran Tengah dan Bunguran Batubi. Sedangkan peremajaan dilakukan di Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Selatan dan Bunguran Utara.

Kepala DKPP Natuna Wan Syazali menjelaskan, alokasi 350 hektare tersebut tidak diperoleh secara instan.

Pada Januari 2026, Pemkab Natuna mengusulkan sekitar 500 hektare. Setelah melalui verifikasi, pemerintah pusat merealisasikan 300 hektare pada April 2026.

Pemkab Natuna kemudian terus memperjuangkan tambahan kuota melalui pemerintah provinsi dan BBPPTP Medan. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan tambahan 50 hektare sehingga total alokasi Natuna menjadi 350 hektare.

Bupati Minta Program Dikawal Sampai Berhasil

Cen Sui Lan meminta DKPP Natuna dan seluruh penyuluh pertanian tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi memastikan program benar-benar terlaksana di lapangan.

Mulai dari persiapan lahan, pembuatan lubang tanam, penyaluran pupuk dan benih, penanaman hingga perawatan tanaman harus dikawal secara berkelanjutan.

Sementara itu, BBPPTP Medan mengingatkan kelompok tani agar menyiapkan seluruh administrasi yang dipersyaratkan serta bekerja sama dengan PPL dalam pelaksanaan kegiatan.

Penanaman ditargetkan mulai berlangsung Oktober hingga Desember 2026.

Bagi Cen Sui Lan, besarnya alokasi tersebut bukan sekadar angka, tetapi peluang untuk menjadikan kelapa sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru masyarakat Natuna.

“Pemerintah hadir bukan hanya memberikan benih, tetapi juga memberikan dukungan pupuk, HOK dan pendampingan teknis. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk membangun petani Natuna yang lebih maju, makmur dan sejahtera,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 peserta tersebut berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.(Kalit)

Photo bersama Bupati Natuna Cen Sui Lan di Gedung Srindit (22/8)