Tak Banyak Bicara, Kapolres Natuna Langsung Bergerak! Jon Mengadu soal Air, 8 Ton Air Dikirim ke Pasar Ikan

Natuna489 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Ketika pedagang mengeluhkan sulitnya mendapatkan air untuk membersihkan pasar ikan, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., tidak membiarkan persoalan itu berhenti sebagai keluhan. Respons cepat langsung ditunjukkan. Satu unit mobil tangki bermuatan 8 ton air dan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Polres Natuna dikerahkan ke Pasar Rakyat Ranai, Rabu (21/10/2026). Personel kepolisian bahkan turun langsung menyiram dan membersihkan lapak bersama para pedagang.

Momen ini menjadi gambaran nyata bagaimana sebuah keluhan sederhana dapat membuka jalan bagi tindakan langsung. Bagi pedagang ikan, air bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan utama untuk menjaga kebersihan tempat berjualan, membersihkan sisa aktivitas perdagangan, dan memastikan pasar tetap nyaman bagi masyarakat.

Di balik aktivitas pasar yang ramai setiap hari, para pedagang selama ini menghadapi persoalan yang tidak ringan. Air dari sumur yang tersedia belum mencukupi kebutuhan. Sebagian pedagang bahkan harus membeli air laut menggunakan wadah fiber demi membersihkan ikan dan lapak mereka.

Situasi itulah yang menjadi perhatian dalam kegiatan silaturahmi Kapolres Natuna bersama pedagang Pasar Rakyat Ranai, yang digelar dalam rangka Program Quick Wins Kapolri.

Jon Menghubungi 110, Polisi Datang Membawa 8 Ton Air

Salah seorang pedagang ikan bernama Jon menyampaikan keluhan mengenai keterbatasan air yang membuat para pedagang kesulitan membersihkan kawasan tempat mereka mencari nafkah.

Jon kemudian menghubungi layanan Call Center Polri 110 untuk meminta bantuan air. Respons pun diberikan melalui pengerahan mobil tangki berkapasitas 8 ton dan satu unit mobil damkar Polres Natuna.

Kehadiran petugas bukan hanya membawa pasokan air. Personel kepolisian juga ikut berjibaku menyiram dan membersihkan lantai serta lapak ikan. Pemandangan tersebut memperlihatkan pelayanan yang tidak berhenti pada mendengarkan aspirasi, tetapi dilanjutkan dengan tindakan untuk membantu kebutuhan masyarakat.

Baca Lainnya  Spanyol Juara Dunia 2026, Natuna Rayakan dengan Nobar Meriah di Pantai Piwang 

Jon, pedagang ikan Pasar Rakyat Ranai, mengungkapkan rasa terima kasih atas respons cepat tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Natuna dan seluruh jajaran yang sudah mendengar keluhan kami. Air ini sangat kami butuhkan untuk membersihkan lapak dan pasar ikan. Selama ini air dari sumur yang tersedia tidak mencukupi, sehingga kami kesulitan dan terkadang harus membeli air laut untuk membersihkan ikan. Kami berharap ke depan ada solusi permanen supaya kebutuhan air di pasar ini bisa terpenuhi,” ujar Jon.

Bagi Jon dan pedagang lainnya, bantuan itu bukan semata-mata tentang datangnya satu truk air. Ada kebutuhan yang akhirnya mendapat perhatian, ada keluhan yang direspons, dan ada harapan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Kapolres: Keluhan Masyarakat Harus Didengar, Jika Bisa Dibantu Jangan Dibiarkan

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat. Melalui komunikasi langsung, kepolisian ingin mengetahui persoalan yang benar-benar dirasakan warga, termasuk kebutuhan para pedagang di pasar.

“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendengarkan aspirasi masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak ragu menyampaikan keluhan maupun permasalahan yang mereka hadapi. Ketika ada kebutuhan mendesak yang bisa kami bantu, tentu akan kami upayakan sesuai kewenangan,” ujar Kapolres.

Menurutnya, persoalan ketersediaan air di pasar perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Air sangat dibutuhkan para pedagang, terutama pedagang ikan yang setiap hari harus membersihkan lapak mereka. Karena itu, ketika persoalan ini disampaikan, kami berupaya memberikan bantuan agar kebutuhan mendesak mereka dapat segera ditangani. Untuk jangka panjang, tentu diperlukan kerja sama dengan pemerintah daerah, pengelola pasar, dan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Lainnya  Pawai Maulid HKS Ranai Diikuti 200 Peserta, AKP Erwan Tony Pastikan Pengawalan Satlantas Berjalan Lancar

Catatan: Pernyataan Kapolres di atas merupakan draf kutipan yang disusun berdasarkan informasi kegiatan dan perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan sebagai kutipan langsung.

Tak Ingin Persoalan Berhenti pada Bantuan Sesaat

Kapolres juga merespons usulan mengenai pembangunan sumur bor atau perbaikan sumur yang telah tersedia di kawasan pasar. Ia menyatakan kesediaan membantu biaya, sedangkan pengerjaan diharapkan dapat dilakukan melalui semangat gotong royong.

Solusi permanen ini dinilai penting agar para pedagang tidak terus bergantung pada bantuan air ketika pasokan di pasar mengalami kendala.

Selain air, persoalan sampah juga menjadi sorotan. Pedagang berharap tersedia satu unit truk pengangkut sampah di kawasan pasar agar sampah tidak menumpuk dan lingkungan lebih mudah dijaga kebersihannya.

Pengawasan ketertiban turut menjadi pembahasan. Satpol PP diharapkan meningkatkan patroli untuk menjaga kenyamanan lingkungan pasar, termasuk mencegah aktivitas konsumsi minuman keras yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Rangkaian persoalan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan pedagang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas jual beli, tetapi juga fasilitas dasar, kebersihan, dan rasa aman saat mencari nafkah.

Dari Air hingga Jasa Raharja, Aspirasi Pedagang Dibahas

Dalam pertemuan itu, pedagang juga menyampaikan persoalan terkait pengurusan santunan Jasa Raharja bagi korban kecelakaan lalu lintas, termasuk persyaratan yang berkaitan dengan kendaraan.

Kapolres menjelaskan bahwa santunan diberikan berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Masyarakat diimbau memahami prosedur pengajuan, melengkapi dokumen yang diperlukan, serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

Ia turut mengingatkan bahwa layanan Call Center Polri 110 dapat digunakan untuk melaporkan kejadian, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, maupun keadaan darurat yang membutuhkan kehadiran petugas.

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Pasar Rakyat Ranai tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Natuna Al Lazi, Kepala Bakesbangpol Natuna Helmi Wahyuda, Kepala Dinas Kominfo Bohari, Sekretaris Satpol PP dan Linmas Natuna Awang Saputra, Ketua Pengelola Pasar Afrizal, serta jajaran pejabat utama dan personel Polres Natuna.

Baca Lainnya  Founder KPDN H Raja Mustakim Bawa Semangat Kebersamaan di Penutupan HUT RI ke-81 Air Tawak Ranai Darat

Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.12 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

Bagi masyarakat, ukuran pelayanan bukan hanya seberapa banyak pertemuan digelar atau berapa banyak keluhan dicatat. Yang paling dirasakan adalah ketika persoalan mereka didengar dan ada langkah nyata untuk menanganinya.

Di Pasar Rakyat Ranai, kebutuhan air yang disampaikan Jon menjadi pemantik respons cepat. Delapan ton air datang, petugas ikut membersihkan lapak, dan persoalan sumur serta sampah mulai dibicarakan untuk mencari jalan keluar bersama.

Kini, harapan para pedagang tidak berhenti pada bantuan hari itu. Mereka membutuhkan ketersediaan air yang berkelanjutan, pengelolaan sampah yang lebih baik, dan pasar yang bersih serta nyaman untuk mencari nafkah.

Sebab, bagi pedagang kecil, perhatian yang hadir tepat ketika dibutuhkan dapat menjadi dorongan besar untuk terus bertahan dan menghidupi keluarga.(KALIT)

Kapolres Natuna dengan pedagang pasar rakyat natuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *