“Akhirnya Bebas Banjir”  Bupati Cen Sui Lan dan Wabup Jarmin Sidik Tinjau Normalisasi Sungai di Sebadai Ulu dan Limau Manis, Empat Titik Rawan Berhasil Ditangani

Natuna84 Dilihat
banner 468x60

Antasenabuletin.id,Natuna – Mimpi buruk tahunan warga Desa Sebadai Ulu dan Limau Manis akhirnya menemukan titik terang. Rabu (17/6/2026), Bupati Natuna Cen Sui Lan didampingi Wakil Bupati Jarmin Sidik turun langsung meninjau hasil normalisasi sungai yang telah rampung dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Kepulauan Riau.

Peninjauan ini bukan sekadar seremonial, melainkan verifikasi lapangan atas komitmen pemerintah mengakhiri langganan banjir di empat titik kritis Bunguran Besar. (17/6/2026)

banner 336x280

Sebadai Ulu selama bertahun-tahun menjadi daerah yang paling terdampak saat curah hujan tinggi. Genangan air tak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga mengancam kesehatan dan ekonomi warga. Namun hari ini, suasana berbeda terasa. Aliran air terlihat lancar melalui drainase yang telah dinormalisasi, memberikan napas lega bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam ketidakpastian musim hujan.

“Empat titik yang telah selesai dikerjakan yaitu kawasan Batu Hitam, Jalan Sihotang, Desa Limau Manis, dan Desa Sebadai Ulu. Penanganan ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” tegas Bupati Cen Sui Lan di lokasi peninjauan.

 Ia menekankan bahwa infrastruktur drainase yang berfungsi optimal adalah fondasi utama lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan nyaman.

Kehadiran Wakil Bupati Jarmin Sidik melengkapi pesan sinergi kepemimpinan daerah. Keduanya memastikan bahwa program penanganan banjir tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berlanjut dengan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan instansi terkait akan terus dilakukan agar manfaat infrastruktur ini benar-benar dirasakan warga dalam jangka panjang.

Usai dari Sebadai Ulu, rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Limau Manis untuk memverifikasi kondisi drainase yang telah diselesaikan. Turut mendampingi Kepala Dinas PUPR Agus Supardi, Camat Bunguran Timur Laut Tarmizi, serta kedua kepala desa setempat, Darmawan dan Zarkawi. Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan bahwa penanganan banjir di Natuna adalah kerja kolektif yang melibatkan eksekutif, teknis, hingga tingkat desa.

Bagi warga Bunguran Besar, rampungnya normalisasi di empat titik ini adalah bukti nyata bahwa aspirasi mereka didengar dan ditindaklanjuti. Drainase yang baik bukan hanya soal mengalirkan air, tapi juga mengalirkan harapan akan kualitas hidup yang lebih layak. Dan ketika pemimpin hadir di tengah masalah dengan solusi konkret, kepercayaan publik pun kembali kokoh.(kalit)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *