App Sepempang Bangga, Kapolres Natuna Tak Berhenti pada 8 Ton Air: Perbaikan Sumur Pasar Ikut Dibiayai

Lainnya, Natuna1420 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Bagi Aprizal, yang akrab disapa App Sepempang, Ketua Pasar Ikan Ranai, kepedulian tidak cukup diukur dari seberapa cepat bantuan datang. Yang lebih berarti adalah ketika keluhan masyarakat ditindaklanjuti dan jalan keluar mulai diupayakan. Itulah yang membuatnya mengapresiasi Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., setelah persoalan air di Pasar Rakyat Ranai mendapat respons nyata.

Bukan hanya mengerahkan satu unit mobil tangki berisi 8 ton air dan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Polres Natuna, Kapolres juga membiayai perbaikan sumur di kawasan pasar agar dapat kembali dimanfaatkan para pedagang. Dua langkah ini menjawab kebutuhan yang berbeda: pasokan air untuk kondisi mendesak dan perbaikan fasilitas untuk kebutuhan yang lebih berkelanjutan.

Bagi para pedagang ikan, air bukan perkara sepele. Setiap hari, mereka membutuhkannya untuk membersihkan lapak, sisa aktivitas perdagangan, dan lingkungan tempat mencari nafkah. Ketika pasokan tidak mencukupi, kebersihan pasar ikut terdampak.

“Sebagai Ketua Pasar Ikan Ranai, saya merasa bangga dan sangat mengapresiasi kepedulian Bapak Kapolres Natuna. Beliau bukan hanya merespons keluhan dengan mengirimkan air, tetapi juga membiayai perbaikan sumur supaya nantinya bisa dimanfaatkan para pedagang. Bagi kami, ini perhatian yang sangat berarti,” ujar App.

Dari Aduan Jon, Persoalan Air Mendapat Respons

Persoalan tersebut mencuat setelah seorang pedagang ikan bernama Jon menyampaikan kesulitan mendapatkan air untuk membersihkan lapak. Air sumur yang tersedia belum mencukupi kebutuhan. Dalam kondisi tertentu, sebagian pedagang bahkan harus membeli air laut untuk menunjang aktivitas mereka.

Jon kemudian menghubungi layanan Call Center Polri 110. Keluhan itu berlanjut dengan pengerahan mobil tangki berkapasitas 8 ton air bersama satu unit mobil damkar Polres Natuna ke Pasar Rakyat Ranai, Rabu (21/10/2026).

Baca Lainnya  Pantai Piwang Bersiap Bergemuruh, Kapolres dan Bupati Natuna Ajak Masyarakat Ramaikan Nobar Piala Dunia 2026

Personel kepolisian tidak sekadar mengantarkan bantuan. Mereka juga turun langsung menyiram dan membersihkan kawasan lapak bersama pedagang. Di tengah kesibukan pasar, kehadiran petugas memperlihatkan bahwa persoalan yang disampaikan warga dapat menjadi pintu masuk bagi penanganan kebutuhan di lapangan.

Namun, bagi App, persoalan ini belum selesai hanya dengan kedatangan satu tangki air. Ketersediaan air yang memadai tetap dibutuhkan setiap hari, terutama untuk menjaga kebersihan pasar ikan.

Karena itu, pembiayaan perbaikan sumur menjadi bagian penting dari respons tersebut. Jika perbaikan tuntas dan sumur berfungsi dengan baik, para pedagang diharapkan memiliki sumber air yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

“Kami berharap sumur ini nantinya benar-benar berfungsi dan bisa membantu kebutuhan air para pedagang. Pasar yang bersih membuat pedagang lebih nyaman bekerja dan masyarakat juga lebih nyaman berbelanja. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan,” kata App.

Pasar Bersih Bukan Hanya Tanggung Jawab Pedagang

Kegiatan silaturahmi Kapolres Natuna bersama pedagang tersebut merupakan bagian dari Program Quick Wins Kapolri. Selain persoalan air, pertemuan itu turut menjadi ruang bagi pedagang untuk menyampaikan aspirasi mengenai pengangkutan sampah dan ketertiban lingkungan pasar.

Persoalan-persoalan tersebut saling berkaitan. Ketersediaan air membantu proses pembersihan, pengangkutan sampah mencegah penumpukan, sedangkan ketertiban mendukung kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di pasar.

Penyelesaiannya tentu membutuhkan koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pengelola pasar, dan para pedagang sesuai tugas masing-masing. Bantuan yang diberikan menjadi salah satu langkah awal, sementara keberlanjutan fasilitas dan pengelolaan lingkungan tetap membutuhkan perhatian bersama.

Apresiasi yang Bertumpu pada Tindakan Nyata

Apresiasi App Sepempang menegaskan arti penting respons yang dirasakan langsung masyarakat. Dalam persoalan ini, kebutuhan mendesak ditangani melalui pengiriman 8 ton air, sementara perbaikan sumur diupayakan agar kebutuhan air tidak terus menjadi persoalan berulang.

Baca Lainnya  Usai Kunker ke Natuna, Irjen Asep Safrudin Dipromosikan Jadi Kabareskrim, Irjen Suhendri jadi  Kapolda Kepri

Bagi pedagang kecil, fasilitas dasar seperti air memiliki dampak langsung terhadap kebersihan tempat usaha dan kenyamanan pembeli. Pasar bukan sekadar lokasi transaksi, melainkan ruang tempat banyak keluarga menggantungkan penghasilan.

Di Pasar Rakyat Ranai, keluhan tentang air membuka pembicaraan yang lebih luas mengenai pelayanan dan kebutuhan dasar pedagang. Kini, harapan mereka tertuju pada tuntasnya perbaikan sumur, tersedianya air yang memadai, serta pengelolaan pasar yang semakin baik.

Sebab, ukuran kepedulian pada akhirnya bukan hanya terletak pada bantuan yang datang hari ini, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelahnya.(KALIT)

App sepempang saat berbicara dengan Kapolres Natuna di pasar rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *