Cen Sui Lan Apresiasi ALPENA, Kepedulian untuk Warga Natuna Menjemput Kesembuhan

Lainnya, Natuna438 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Ketika sakit mengharuskan warga Natuna meninggalkan kampung halaman untuk berobat, perjalanan menuju kesembuhan tidak selalu mudah. Jarak, laut, biaya, tempat tinggal hingga pendampingan menjadi tantangan yang harus dihadapi pasien dan keluarga.

Di tengah perjuangan itu, Aliansi Peduli Natuna (ALPENA) memilih hadir.Gerakan kemanusiaan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Natuna Cen Sui Lan saat menerima Koordinator ALPENA Ayu (50), didampingi Sila (30) dan Yani (41), di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).

Cen Sui Lan mengapresiasi kepedulian ALPENA yang selama ini secara mandiri mendampingi masyarakat Natuna yang membutuhkan pengobatan di luar daerah.

Menurutnya, kehadiran relawan sangat berarti karena pasien tidak hanya membutuhkan bantuan secara materi, tetapi juga dukungan moral ketika harus menjalani pengobatan jauh dari keluarga dan kampung halaman.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan ALPENA. Ketika ada masyarakat kita yang sakit dan harus berobat jauh dari kampung halaman, mereka membutuhkan orang-orang yang mau hadir dan membantu,” ujar Cen Sui Lan.

Ayu mengatakan, lebih dari 30 warga Natuna telah mendapatkan pendampingan ALPENA untuk menjalani pengobatan di luar daerah. Pendampingan dilakukan dengan membantu kebutuhan pasien sekaligus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak.

ALPENA berkoordinasi dengan RSUD Natuna, Dinas Kesehatan Natuna, Dinas Sosial Natuna, BAZNAS Natuna serta pengurus rumah singgah Pemkab Natuna bagi pasien yang menjalani pengobatan di Batam, Tanjungpinang, Jakarta hingga Solo.

“Kadang masyarakat kita sampai di luar daerah masih bingung. Mereka harus mendampingi pasien, mencari tempat tinggal dan mengurus berbagai kebutuhan. Kami berusaha membantu sebisa kami,” kata Ayu.

Cen Sui Lan menilai, apa yang dilakukan ALPENA menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat dapat menjadi kekuatan ketika pemerintah tidak bekerja sendirian.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para perempuan yang terlibat dalam gerakan tersebut dan memilih menggunakan waktu serta tenaga mereka untuk membantu masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan masyarakat, relawan dan semua pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” katanya.

Dalam perjalanan pasien, dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, TNI AU melalui Lanud Raden Sadjad (RSA), serta transportasi laut seperti KM Bahtera Nusantara 01 dan KM Bukit Raya.

Cen berharap kepedulian tersebut terus tumbuh sehingga masyarakat Natuna yang harus berobat jauh dari kampung halaman tetap memiliki harapan dan merasa mendapat dukungan.

“Jangan pernah lelah berbuat baik. Mungkin bagi kita bantuan itu sederhana, tetapi bagi orang yang sedang berjuang untuk sembuh, bantuan itu bisa menjadi sebuah harapan besar,” ucapnya.
(KALIT)