Cen Sui Lan Buka Festival Literasi Natuna 2026, Perpustakaan Desa Didorong Jadi Pusat Belajar hingga Pelosok

Natuna530 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Bupati Natuna Cen Sui Lan resmi membuka Festival Literasi ke-3 Tingkat Kabupaten Natuna Tahun 2026 di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna, Senin (26/10/2026). Momentum ini menjadi dorongan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan budaya membaca, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia hingga ke desa-desa terpencil.

Mengusung tema “Literasi Kuat, Generasi Hebat, Natuna Bermartabat”, festival yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 tersebut menghadirkan pemerintah daerah, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), penggiat literasi, pengelola perpustakaan desa, komunitas, serta kalangan pelajar.

Cen Sui Lan menegaskan bahwa pemerataan literasi harus menjadi perhatian bersama, mengingat kondisi geografis Natuna yang terdiri atas gugusan pulau dengan jarak antardaerah yang cukup jauh.

Menurutnya, anak-anak di wilayah terpencil harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pengetahuan, bahan bacaan, dan ruang belajar yang berkualitas.

Perpustakaan, kata dia, tidak boleh sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi harus berkembang menjadi ruang publik yang mampu menumbuhkan kreativitas, memperluas wawasan, dan membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat.

Karena itu, Cen Sui Lan mengajak pemerintah desa untuk memperkuat perpustakaan sesuai potensi masing-masing wilayah. Keberhasilan perpustakaan desa yang telah berkembang di Natuna diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lainnya.

Bupati juga mengapresiasi dukungan Perpusnas RI melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang membantu pengembangan fasilitas dan kegiatan literasi. Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Natuna.

Tak hanya itu, Cen Sui Lan mengusulkan agar Festival Literasi pada tahun mendatang dikemas lebih besar dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas. Kawasan Pantai Piwang menjadi salah satu lokasi yang diusulkan untuk menghadirkan kegiatan literasi yang lebih terbuka, menarik, dan dekat dengan aktivitas masyarakat.

Baca Lainnya  “Senyum Munadil Adalah Doa Kita” ALPENA Buka Donasi untuk Balita Bibir Sumbing di Bunguran Utara, Ayu: “Ia Anak Kita Bersama”

PERPUSNAS DORONG PERPUSTAKAAN JADI PUSAT KETERAMPILAN

Sekretaris Utama Perpusnas RI, Joko Santoso, menekankan bahwa penguatan budaya membaca merupakan tanggung jawab bersama. Perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.

Selain menyediakan buku, perpustakaan dapat dikembangkan menjadi pusat pembelajaran keterampilan, seperti pelatihan komputer, pembelajaran bahasa Inggris, serta penguatan literasi digital.

Joko juga mengapresiasi perkembangan perpustakaan desa di Natuna, termasuk Perpustakaan Rona Niscala di Desa Air Lengit, yang dinilai menunjukkan kemajuan dalam penyediaan fasilitas dan kegiatan masyarakat.

Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Natuna untuk terus memperkuat kelembagaan perpustakaan, meningkatkan kualitas layanan, memperkaya koleksi bacaan, serta melestarikan naskah dan bahan pustaka daerah.

ENAM PERPUSTAKAAN DESA RAIH PENGHARGAAN

Festival Literasi ke-3 Natuna juga menjadi momentum apresiasi bagi pengelola perpustakaan desa melalui penyerahan penghargaan Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Kabupaten Natuna Tahun 2026.

Berikut daftar pemenangnya:

1. Juara I: Perpustakaan Rona Niscala, Desa Air Lengit.

2. Juara II: Perpustakaan Jendela Mimpi, Desa Kelarek.

3. Juara III: Perpustakaan Matahari, Desa Selemam.

4. Juara Harapan I: Perpustakaan Beringin Jaya, Desa Air Ringau.

5. Juara Harapan II: Perpustakaan Cerdas, Desa Meliah.

6. Juara Harapan III: Perpustakaan Sumber Ilmu, Desa Subi Besar.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna, H. Erson Gempa Apriandi, mengatakan festival tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi sekaligus memperkenalkan layanan perpustakaan.

Berbagai agenda digelar selama tiga hari, mulai dari pentas seni pelajar, seminar literasi, kegiatan bagi pengelola perpustakaan, hingga pameran yang melibatkan komunitas, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat.

 

Panitia menargetkan sebanyak 600 pengunjung selama festival berlangsung. Kegiatan ini juga mendapat dukungan pendanaan melalui DAK Nonfisik Tahun Anggaran 2026.

Baca Lainnya  Reforma Agraria Jadi Prioritas, Bupati Natuna Tekankan Akses Lahan dan Pasar

Prestasi Perpustakaan Rona Niscala sebagai perpustakaan desa terbaik di tingkat kabupaten dan provinsi menjadi salah satu capaian yang diharapkan dapat memotivasi pengelola perpustakaan lainnya untuk terus berinovasi.

Melalui Festival Literasi ke-3, Pemerintah Kabupaten Natuna berharap perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat, bukan hanya sebagai tempat membaca, melainkan juga sebagai pusat informasi, pengembangan keterampilan, dan pembelajaran sepanjang hayat.

Tantangan geografis Natuna memang tidak ringan. Namun, dengan kolaborasi pemerintah, sekolah, pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat, literasi diharapkan tumbuh merata hingga ke pelosok kepulauan, membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang dan membawa Natuna menuju masa depan yang lebih maju. (KALIT)

Cen sui Lan sambut Perpusnas RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *