Di HUT RI ke-81, PSHT hingga Reog Singo Mudho,SLB dan Cak Kirun Sampaikan Terima Kasih atas Dukungan Kapolres Natuna

Lainnya, Natuna855 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID, NATUNA – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Natuna tidak hanya menghadirkan kemeriahan pawai budaya. Di balik ribuan warga yang turun ke jalan, tumbuh pula apresiasi terhadap dukungan kepolisian kepada berbagai komunitas dan kelompok masyarakat.

Sejumlah elemen masyarakat, mulai dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Sekolah Luar Biasa (SLB), Cak Kirun selaku Pembina Among Mitro dan Perkumpulan Orang Jawa di Natuna, hingga Sanggar Seni Reog Ponorogo Singo Mudho, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie.

Ucapan tersebut disampaikan setelah rangkaian pawai budaya HUT ke-81 RI yang berlangsung meriah dengan melibatkan lebih dari 4.500 peserta, Minggu (16/8/2026).

Bagi mereka, dukungan Kapolres Natuna memiliki arti lebih dari sekadar pengamanan kegiatan. Kehadiran dan perhatian Polres Natuna dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi, berkarya dan menunjukkan keberagaman yang tumbuh di Natuna.

Dukungan Kapolres Natuna mendapat apresiasi dari keluarga besar PSHT. Organisasi tersebut selama ini menjadi wadah pembinaan melalui olahraga bela diri sekaligus menanamkan nilai persaudaraan, kedisiplinan dan tanggung jawab.

Bagi PSHT, perhatian kepolisian menjadi dorongan agar kegiatan positif yang melibatkan generasi muda terus dikembangkan.

Sinergi antara PSHT dan Polres Natuna juga diharapkan dapat semakin kuat, khususnya dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembinaan karakter generasi muda.

Ucapan terima kasih juga datang dari lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kehadiran siswa SLB dalam rangkaian perayaan kemerdekaan menjadi bagian dari wajah Natuna yang inklusif. Mereka mendapatkan ruang untuk tampil dan ikut merasakan kemeriahan perayaan bersama masyarakat lainnya.

Dukungan Kapolres Natuna dan jajaran dinilai menjadi bentuk perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus pesan bahwa seluruh warga memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat.

Cak Kirun, selaku Pembina Among Mitro dan Perkumpulan Orang Jawa di Natuna, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Natuna.

Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian dan komunitas masyarakat penting untuk menjaga silaturahmi serta memperkuat persatuan.

Among Mitro dan Perkumpulan Orang Jawa menjadi salah satu bagian dari keberagaman masyarakat Natuna. Kehadiran mereka dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan menunjukkan bahwa perbedaan budaya dapat berjalan beriringan dalam suasana kekeluargaan.

Apresiasi paling kuat juga datang dari Sanggar Seni Reog Ponorogo Singo Mudho.
Ketua Sanggar Seni Singo Mudho, Rusno, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Natuna dan jajaran atas dukungan yang diberikan terhadap keberadaan Reog Ponorogo di Natuna.

Menurut Rusno, dukungan tersebut dirasakan dalam berbagai kegiatan, baik melalui kehadiran Kapolres, dukungan moril dan materil, maupun pengamanan saat sanggar menggelar pertunjukan.

“Terima kasih kepada Kapolres Natuna dan jajaran yang telah mendukung kesenian Reog Ponorogo sehingga tetap bisa eksis di Kabupaten Natuna,” ujar Rusno.

Hubungan baik antara Sanggar Seni Singo Mudho dan Polres Natuna juga terlihat dalam sejumlah kegiatan. Reog Ponorogo pernah tampil dalam peringatan HUT Bhayangkara di Polres Natuna dan beberapa kegiatan lainnya.

Kapolres Natuna juga disebut beberapa kali hadir dalam pentas Reog yang digelar Sanggar Singo Mudho.

Dalam pawai budaya HUT ke-81 RI, penampilan Reog Ponorogo menjadi salah satu yang menarik perhatian warga.

Kemunculan Singo Barong membuat masyarakat merapat di sepanjang jalur pawai. Sebagian warga bahkan mengabadikan pertunjukan tersebut melalui kamera telepon seluler.

Bagi Sanggar Singo Mudho, tampil dalam pawai budaya bukan sekadar mempertontonkan kesenian. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan kesenian Ponorogo kepada generasi muda Natuna.

Pawai budaya HUT ke-81 RI akhirnya menjadi ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat.

Lebih dari 4.500 peserta dari berbagai unsur ikut ambil bagian. Pelajar, komunitas seni dan budaya, organisasi masyarakat, pemerintah daerah, hingga TNI-Polri berjalan dalam satu rangkaian perayaan kemerdekaan.

Bagi masyarakat yang menerima dukungan tersebut, perhatian Kapolres Natuna menunjukkan bahwa hubungan polisi dan masyarakat dapat dibangun melalui komunikasi, kepedulian dan ruang kolaborasi.

Mereka berharap dukungan serta sinergi tersebut tidak berhenti pada momentum HUT RI, tetapi terus berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, pendidikan dan kemasyarakatan.

Sebab di Natuna, keberagaman bukan sekadar sesuatu yang dirayakan. Ia hadir dalam kehidupan dan dari organisasi pemuda, sekolah, komunitas masyarakat hingga panggung kesenian.

Dan di tengah keberagaman itu, ucapan terima kasih kepada Kapolres Natuna menjadi bentuk penghargaan atas dukungan yang dirasakan masyarakat dalam menjaga ruang kebersamaan di daerah perbatasan.(Kalit)

Ucapan Asprisiasi untuk Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie