Antasenabuletin.id,Batam – Meningkatnya perbincangan di media sosial terkait rencana aksi mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat menjelang Juli mendatang mendapat perhatian serius dari jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Riau.
Namun demikian, Kapolda Kepri Asep Safrudin menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Batam maupun wilayah Kepulauan Riau secara umum hingga saat ini masih aman, kondusif, dan terkendali.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa aktivitas masyarakat, dunia usaha, industri, serta investasi di Kepri tetap berjalan normal di tengah berkembangnya berbagai isu yang beredar di ruang publik.
“Sampai dengan saat ini, situasi Kamtibmas di Batam dan wilayah Kepulauan Riau secara umum berada dalam kondisi aman dan kondusif serta masih dalam kendali seluruh jajaran Kepolisian Polda Kepri,” ujar Kapolda Kepri.(10/6/2026)
Kapolda menilai stabilitas keamanan di Batam memiliki arti penting, bukan hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga terhadap iklim investasi nasional. Sebagai kota industri dan perdagangan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Batam menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan investasi paling strategis di Indonesia.
Ribuan perusahaan nasional dan asing beroperasi di kota ini dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah. Karena itu, setiap perkembangan situasi keamanan menjadi perhatian para pelaku usaha dan investor yang menanamkan modalnya di Kepulauan Riau.
“Batam bukan hanya pusat pertumbuhan ekonomi Kepri, tetapi juga salah satu etalase investasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Stabilitas keamanan menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor,” kata Kapolda.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polda Kepri bersama seluruh Polres jajaran terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lapangan. Langkah tersebut diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai elemen strategis lainnya.
Pendekatan kolaboratif ini dilakukan guna memastikan setiap dinamika sosial dapat dikelola secara baik tanpa mengganggu stabilitas daerah maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
Kapolda Kepri menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, kebebasan berpendapat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, serta kepentingan masyarakat luas.
“Apabila ada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat atau aspirasinya, agar dilakukan dengan bijak dan tertib serta tetap menjaga kondusivitas Kamtibmas yang selama ini sudah terjaga,” tegasnya.
Beri Kepastian kepada Investor
Di tengah dinamika yang berkembang, Kapolda juga menyampaikan pesan khusus kepada para investor dan pelaku usaha agar tetap percaya terhadap kondisi keamanan di Kepulauan Riau.
Polda Kepri, kata dia, berkomitmen penuh menjaga stabilitas daerah sehingga kegiatan industri, perdagangan, pelabuhan, logistik, pariwisata, hingga investasi dapat berlangsung tanpa hambatan.
“Kami ingin menegaskan kepada masyarakat dan para investor bahwa Polda Kepri berkomitmen menjaga keamanan dan memberikan kepastian situasi Kamtibmas yang kondusif, sehingga aktivitas perekonomian, industri, perdagangan, pariwisata, dan investasi di wilayah Kepulauan Riau dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dengan pengamanan yang terus diperkuat dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Kepulauan Riau diyakini tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, serta memiliki daya tarik tinggi bagi investasi nasional maupun internasional.
“Polda Kepri dan jajarannya akan terus hadir menjaga keamanan, melindungi masyarakat, serta memastikan Kepulauan Riau, termasuk Batam, tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun investor,” tutup Kapolda.(Kalit)







