KRI Sutedi Senoputra 378 Terlibat dalam operasi H3, Basarnas dan 30 Pompong Nelayan Bersatu Mencari Nelayan Arif di Laut Subi.

Natuna248 Dilihat
banner 468x60

ANTASENABULETIN.ID, NATUNA – Memasuki hari ketiga (H3) pencarian nelayan muda Arif (26) yang dilaporkan hilang di perairan barat Pulau Subi, Kabupaten Natuna, kekuatan besar gabungan dikerahkan dalam operasi kemanusiaan yang menjadi perhatian masyarakat Natuna hingga tingkat nasional.

Di bawah koordinasi tim SAR gabungan, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sutedi Senoputra-378 melakukan  penyisiran di laut lepas bersama unsur Basarnas, Pos AL Subi, Polsubsektor Subi, personel TNI AD, pemerintah desa, serta 30 pompong nelayan yang secara sukarela turut bergabung dalam upaya pencarian korban.

banner 336x280

Pemandangan di perairan Subi pada Minggu pagi memperlihatkan sinergi luar biasa antara aparat negara dan masyarakat pesisir. Di tengah hamparan laut yang luas, kapal perang TNI AL bergerak berdampingan dengan pompong-pompong nelayan yang menyisir setiap sudut perairan dengan harapan dapat menemukan keberadaan Arif.

KRI Sutedi Senoputra-378 yang menjadi unsur utama pencarian memanfaatkan kemampuan navigasi dan pengamatan maritim untuk memperluas jangkauan penyisiran. Sementara para nelayan Subi mengandalkan pengalaman bertahun-tahun membaca karakter arus, arah angin, serta kondisi perairan yang menjadi wilayah kerja mereka sehari-hari.

Pjs Danposal Subi, Lettu Laut (T) Achmad Fatoni, S.H., menyampaikan bahwa operasi pencarian dilakukan dengan mengedepankan koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin bersama seluruh unsur gabungan. Setiap informasi dan petunjuk yang ditemukan di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan pola pencarian berikutnya,” ujarnya.(21/6/2026)

Sebelumnya, pada hari kedua pencarian, tim gabungan berhasil menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban, di antaranya jeregen minyak dan kain penutup mesin pompong. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam menentukan fokus area pencarian pada H3.

Tak hanya aparat, dukungan masyarakat juga menjadi kekuatan besar dalam operasi ini. Sebanyak 30 pompong nelayan turun langsung ke laut secara sukarela. Mereka meninggalkan aktivitas melaut demi membantu menemukan sesama warga yang sedang ditimpa musibah.

Di daratan Pulau Subi, keluarga korban masih setia menunggu kabar dengan penuh harap. Doa-doa terus dipanjatkan oleh masyarakat dari masjid, rumah-rumah warga hingga media sosial yang dipenuhi dukungan moral untuk keberhasilan operasi pencarian.

Kepala Desa Subi Besar, Julaidi bersama Vero dan masyarakat Subi  yang turut berada di lokasi pencarian, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap musibah yang dialami warganya.

“Ini bukan hanya tentang mencari satu orang yang hilang di laut. Ini adalah bentuk persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian yang menjadi kekuatan masyarakat Subi. Kami berharap Arif segera ditemukan dan keluarga mendapatkan kepastian,” ungkapnya.(21/6/2026)

Operasi H3 pencarian Arif menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masyarakat perbatasan masih sangat kuat.

 Ketika seorang nelayan hilang di tengah laut, seluruh elemen bergerak tanpa memandang tugas dan latar belakang. Kapal perang, aparat keamanan, tim penyelamat, pemerintah desa, hingga nelayan tradisional bersatu dalam satu misi kemanusiaan.

KRI 378 ikut melakukan pencariann nelayan Arif di laut Subi

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung.

 Seluruh masyarakat Natuna berharap upaya tanpa lelah yang dilakukan tim gabungan dapat membuahkan hasil terbaik dan membawa Arif kembali ke pelukan keluarga. (kalit)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *