Meninggalkan Natuna, Membawa Kenangan: Kisah Kapolres Novyan yang Hadir dengan Hati untuk Masyarakat

Natuna341 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Setiap orang yang pernah bertugas di suatu daerah tentu memiliki cerita. Namun, tidak semua meninggalkan kesan yang membekas dalam ingatan masyarakat. Ada yang dikenang karena jabatan dan kewenangannya, ada pula yang diingat karena kesederhanaan serta tindakan nyata yang pernah dilakukannya.

Sosok itu tercermin dari perjalanan pengabdian Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., yang kini meninggalkan Kabupaten Natuna untuk mengemban penugasan baru.

Selama bertugas di wilayah perbatasan ini, Novyan menghadirkan warna tersendiri dalam pendekatan kepemimpinan kepolisian. Ia tidak hanya dikenal melalui tugas penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat.

Salah satu hal yang cukup menarik dari kesehariannya adalah kebiasaan menggunakan sepeda.

Bagi sebagian orang, bersepeda mungkin hanya menjadi aktivitas olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, bagi Novyan, kebiasaan tersebut juga menjadi ruang untuk lebih dekat dengan masyarakat.

Dengan sepeda, ia memiliki kesempatan melihat kehidupan warga dari jarak dekat, menyapa masyarakat, berhenti sejenak untuk berbincang, sekaligus menemukan ruang untuk melakukan aksi sosial dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Tidak selalu harus melalui kegiatan resmi, tidak pula harus menunggu seremoni. Justru dari perjalanan sederhana itulah kedekatan dengan masyarakat dapat dibangun.

Sederhana, tetapi Hadir Ketika Masyarakat Membutuhkan

Kesederhanaan tersebut juga terlihat dalam sejumlah kegiatan sosial yang dilakukannya.

Ketika pedagang Pasar Rakyat Ranai membutuhkan air untuk membersihkan lapak dan lingkungan pasar, ia merespons dengan mengerahkan bantuan hingga delapan ton air.

Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, jajaran Polres Natuna turut menyalurkan bantuan air secara gratis.

Bantuan tersebut bukan hanya soal berapa banyak air yang diberikan, melainkan tentang bagaimana seorang pemimpin kepolisian merespons kebutuhan masyarakat yang terkadang luput dari perhatian.

Baca Lainnya  “Saya Minta Maaf…” Cen Sui Lan Soroti Ruang Kerja Asisten dan Staf Ahli, Tahun Depan Kantor Pemkab Natuna Dibenahi

Bagi warga yang membutuhkan, kehadiran mobil tangki air menjadi pertolongan nyata.

Tidak Hanya Memberi Instruksi, Ikut Berjibaku di Lapangan

Kesan pengabdian Novyan juga terlihat ketika Natuna menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Ia beberapa kali turun langsung ke lokasi kebakaran, ikut bersama personel melakukan pemadaman dan pendinginan. Bahkan, dalam penanganan kebakaran di sejumlah titik, petugas harus bekerja hingga larut malam dan dini hari.

Di tengah kondisi lapangan yang penuh asap dan panas, kehadiran pimpinan bersama anggota menjadi gambaran bahwa tanggung jawab tidak hanya disampaikan melalui instruksi, tetapi juga ditunjukkan melalui tindakan.

Bersama jajaran kepolisian dan unsur terkait, berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan api serta melindungi lingkungan dan permukiman masyarakat.

Mendengar Keluhan, Membangun Kedekatan

Dalam urusan pelayanan kepolisian, Novyan juga mendorong komunikasi langsung dengan masyarakat.

Melalui kegiatan Jumat Curhat, pendekatan Bhabinkamtibmas, serta pemanfaatan layanan Call Center Polri 110, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan persoalan dan mendapatkan respons kepolisian.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa tugas polisi bukan hanya hadir ketika terjadi tindak kriminal, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kini Pergi, Kenangan Pengabdian Tetap Tinggal

Kini, perjalanan tugasnya di Natuna telah memasuki babak baru. Penugasan berikutnya menantinya di lingkungan Polda Jawa Timur.

Bagi Natuna, pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Namun, cerita tentang seorang Kapolres yang terbiasa tampil sederhana, menggunakan sepeda untuk mendekatkan diri kepada warga, berbagi melalui aksi sosial, membantu kebutuhan air bersih, hingga turun langsung menghadapi kebakaran akan menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

Mungkin suatu hari masyarakat tidak lagi melihatnya bersepeda menyusuri jalanan Ranai. Tidak lagi menjumpainya di tengah kegiatan sosial atau di lokasi kebakaran bersama personel.

Baca Lainnya  Semarak Hari Bhayangkara ke 80, Kapolres Natuna Serahkan Hadiah Open Turnamen Domino  Bersama KPDN, Perkuat Silaturahmi dan Sportivitas Masyarakat

Namun, kenangan tentang tindakan-tindakan sederhana yang pernah dilakukan akan tetap menjadi cerita tersendiri.

Sebab, ukuran pengabdian seorang pemimpin tidak hanya terletak pada berapa lama ia menduduki jabatan, tetapi juga pada apa yang telah dilakukan dan seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat.

Jabatan bisa berganti, tempat tugas bisa berpindah, tetapi kebaikan yang pernah ditanamkan tidak harus ikut pergi.

Selamat melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru, AKBP Novyan Aries Effendie. Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita Natuna. Semoga semangat kesederhanaan, kepedulian, dan kedekatan dengan masyarakat terus menyertai perjalanan pengabdian berikutnya.(KALIT)

Kapolres Natuna AKBP Aries

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *