ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna memperkuat langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, Pemkab Natuna mulai mengarahkan kebijakan pada penguatan sektor unggulan, hilirisasi, industrialisasi, hingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk daerah.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pemantauan, Pengawalan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna Lantai II, Bukit Arai, Selasa (6/10/2026) pagi.
Bupati Natuna Cen Sui Lan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Wijanarko Varianto pimpin rapat yang di hadiri Kepala BPS Natuna Wahyu Dwi Sugianto, perwakilan PT PLN (Persero) ULP Natuna, Asisten I Setda Natuna Khaidir, Asisten III Setda Natuna Hikmatul Arif serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Natuna.
Dalam rapat tersebut, Kepala Bapperida Natuna Moestofa Albakry memaparkan perkembangan pemantauan sekaligus langkah percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Surat Sekretaris Jenderal atas nama Menteri Dalam Negeri Nomor 500/6464/SJ tanggal 9 September 2026.
Pemerintah daerah didorong tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi mengambil langkah konkret untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah masing-masing. Targetnya tidak kecil, yakni mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.
Untuk memastikan langkah tersebut berjalan, setiap daerah diarahkan membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Tim tersebut melibatkan perangkat daerah terkait serta dapat diperkuat dengan unsur Kejaksaan, Kepolisian, TNI, Bank Indonesia dan instansi lainnya sesuai kebutuhan.
Pemkab Natuna juga dituntut memastikan setiap program memiliki ukuran dan perkembangan yang jelas. Pelaksanaan langkah konkret percepatan ekonomi dilaporkan secara berkala melalui Sistem Informasi Pertumbuhan Ekonomi (SiGROW), paling lambat tanggal 20 setiap bulan.
Evaluasi capaian selanjutnya dilakukan secara rutin melalui rapat koordinasi pada minggu keempat setiap bulan.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam rapat adalah hilirisasi dan industrialisasi produksi unggulan daerah.
“Natuna memiliki potensi besar yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi daerah, khususnya sektor perikanan dan pariwisata. Potensi tersebut dinilai perlu didorong agar tidak berhenti pada produksi bahan mentah atau aktivitas ekonomi dasar, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah.” Ucap Boy Wijanarko
Ia juga jelaskan ,selain perikanan dan pariwisata, sektor ketapang juga menjadi bagian dari potensi yang masuk dalam pembahasan pengembangan ekonomi unggulan, dengan tetap menyesuaikan kebijakan berdasarkan ketersediaan dan validitas data.
Hilirisasi diharapkan mampu membuka ruang investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat kontribusi sektor unggulan terhadap perekonomian Natuna.
Tak kalah penting, pemerintah daerah juga membahas percepatan perizinan ekspor bagi produk hasil hilirisasi.
Kemudahan perizinan dan kesiapan dokumen pendukung menjadi salah satu faktor penting agar produk unggulan Natuna tidak hanya memiliki nilai tambah di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Dengan demikian, percepatan ekonomi tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi dilanjutkan dengan pengolahan, industrialisasi dan perluasan akses pasar.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Natuna berupaya membangun pola kerja yang lebih terukur dan terintegrasi. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan didorong bergerak dalam satu arah untuk mengoptimalkan potensi daerah dan menjadikannya sebagai kekuatan ekonomi baru.
Bagi Natuna, percepatan pertumbuhan ekonomi bukan sekadar mengejar target angka. Lebih dari itu, kebijakan tersebut diharapkan mampu mengubah potensi daerah menjadi nilai ekonomi nyata, memperkuat kesejahteraan masyarakat serta membuka peluang Natuna menjadi daerah yang semakin kompetitif di kawasan perbatasan.
(KALIT)


















