NATUNA MEMBARA! Karhutla Kepung Dua Wilayah, Belasan Hektare Lahan Terbakar, Bara Gambut Masih Mengintai

Lainnya, Natuna674 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA – Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dalam waktu berdekatan, kebakaran terjadi di kawasan Batubi–Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, dan Jalan Penarik, Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan. Total lahan yang terbakar sementara diperkirakan mencapai ±16 hektare.

Kebakaran terluas terjadi di Jalan Poros Batubi–Kelarik, Desa Kelarik Utara. Luas lahan yang sebelumnya diperkirakan sekitar 7 hektare kini mencapai ±15 hektare. Petugas gabungan Polres Natuna, Damkar Polres Natuna, Damkar Kabupaten Natuna dan masyarakat melakukan pemadaman serta pendinginan karena masih terdapat asap dari tanah gambut.

Di tengah penanganan tersebut, titik api kembali muncul di Jalan Penarik RT 002/RW 001, Desa Cemaga Selatan. Kebakaran diketahui sekitar pukul 16.30 WIB setelah seorang petugas PLN yang melintas melihat titik api dari lahan kosong. Luas area terdampak sementara diperkirakan ±1 hektare.

Angin kencang menjadi tantangan petugas karena berpotensi mempercepat penjalaran api. Hingga sekitar pukul 18.57 WIB, api di Cemaga Selatan dilaporkan belum sepenuhnya padam dan masih dilakukan upaya pemadaman.

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie menegaskan penanganan dilakukan secara terpadu bersama TNI, Damkar dan masyarakat.

“Kami terus melakukan pemadaman dan pendinginan. Khusus lahan gambut, bara dapat bertahan di dalam tanah meskipun api di permukaan sudah terlihat padam. Karena itu, pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh,” tegas AKBP Novyan Aries Effendie.(2/9)

Kapolres meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap titik api.

“Jangan menunggu api membesar. Jika melihat titik api sekecil apa pun, segera laporkan kepada petugas. Kecepatan informasi sangat membantu mencegah kebakaran meluas,” ujarnya.

Pemilik lahan di kedua lokasi belum diketahui. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan.

Baca Lainnya  “Jabatan Bukan Alasan Merendahkan Rakyat”, Junaidi Tegas Soroti Polemik Wawan - Marzuki, Anggota DPRD Kepri dari Gerindra

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di beberapa wilayah Natuna dalam waktu berdekatan. Sisa asap dari lahan gambut di Kelarik Utara juga masih dalam proses penanganan dan pendinginan.

Di tengah kabut asap yang dirasakan masyarakat, sejumlah wilayah Kalimantan juga mengalami kebakaran hutan dan lahan. Namun, sumber kabut asap yang dirasakan di Natuna belum dapat dipastikan berasal dari Kalimantan tanpa data kualitas udara, arah angin dan keterangan resmi instansi berwenang.

Kapolres Natuna menegaskan bahwa pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan aparat.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Kepolisian, TNI, Damkar, pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mencegah munculnya titik api baru. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” pungkasnya.

Dengan sekitar 16 hektare lahan terbakar di dua lokasi, Natuna kini berada dalam situasi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Api mungkin padam di permukaan, tetapi bara di dalam gambut dan tiupan angin tetap menjadi ancaman yang harus diantisipasi. (KALIT)

Polis Natuna Padamkan Api di wilayah Cemaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *