PWI Kepri Resmi Dilantik Ulang, Saibansah Dardani Pimpin hingga 2028, Akhmad Munir Titip “DNA Pejuang” di Era AI

Batam, Lainnya759 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,BATAM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi memiliki kepengurusan hasil pelantikan ulang untuk melanjutkan masa bakti 2023–2028. Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir di Ballroom Harmoni One, Batam Center, Kamis (17/9/2026).

Momentum tersebut menjadi penanda konsolidasi PWI Kepri sekaligus menguatkan kembali arah organisasi setelah dinamika kepengurusan di tingkat nasional. Dengan semangat “DNA Pejuang”, PWI Kepri didorong untuk kembali menempatkan profesionalisme, integritas dan tanggung jawab jurnalistik sebagai pijakan utama dalam menjalankan tugas pers.

Saibansah Dardani resmi memimpin PWI Kepri sebagai ketua, didampingi Alfian Lumban Gaol sebagai sekretaris dan Nizamul Akhyar sebagai bendahara.
Selain jajaran pengurus inti, turut dilantik Marganas Nainggolan sebagai Ketua Dewan Penasihat dan Parna E. Simarmata sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Kepri.

Struktur DK juga diperkuat sekretaris dan anggota, sementara Ramon Damora dipercaya sebagai Ketua Dewan Pakar bersama jajaran anggotanya.

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran PWI Pusat, di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari, Sekjen Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Zulkifli Gani Ottoh serta Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Aat Surya Safaat.

Hadir pula Ketua LAM Batam Kepri Yang Mulia Dato Wira Setia Utama Raja M. Amin, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricilia Ohei serta jajaran Forkopimda Kepri.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dalam amanatnya menegaskan bahwa PWI bukan sekadar organisasi profesi. Sejak kelahirannya, PWI memiliki sejarah panjang yang berjalan beriringan dengan perjalanan bangsa Indonesia.

Munir menyebut semangat perjuangan tersebut harus tetap hidup dalam diri wartawan, termasuk ketika profesi jurnalistik menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi.

Baca Lainnya  Yonif TP 849/BS Turun Tangan Padamkan Karhutla Bukit Langkap, Api Berhasil Dikendalikan

“PWI lahir dari tangan para wartawan pejuang yang turut mempertahankan kemerdekaan RI. Keberadaan PWI ini memiliki DNA Pejuang di setiap zaman—mulai dari era pra-kemerdekaan, kemerdekaan, reformasi, hingga era disrupsi informasi saat ini,” tegas Munir.

Pesan itu menjadi salah satu titik penting dalam pelantikan PWI Kepri. Sebab, tantangan pers hari ini tidak hanya menyangkut kecepatan memperoleh dan menyebarkan informasi, tetapi juga bagaimana wartawan mempertahankan akurasi dan kepercayaan publik di tengah banjir informasi digital.

Munir secara khusus menyoroti perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin masuk ke berbagai sektor, termasuk dunia jurnalistik.

Menurutnya, teknologi dapat membantu pekerjaan wartawan, namun tidak boleh menggantikan prinsip dasar jurnalistik berupa verifikasi, tanggung jawab dan pertimbangan manusia.

“Di era AI, wartawan harus punya verifikasi hati dan perasaan, hal yang tidak dimiliki oleh AI, meskipun teknologi bisa menduplikasi banyak hal. Wartawan jangan termanfaatkan oleh teknologi, tetapi harus menjadi pengguna teknologi informasi yang bijak dan bermanfaat,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus pengingat bagi insan pers di Kepri. Di tengah tuntutan berita cepat dan perkembangan teknologi, wartawan tetap harus mampu membedakan informasi yang terverifikasi dengan informasi yang belum memiliki kepastian.

Kecepatan tidak boleh mengorbankan ketepatan. Teknologi dapat menjadi alat bantu, tetapi tanggung jawab atas informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berada pada manusia dan institusi pers.
DPRD dan Polda Kepri Buka Ruang Sinergi
Semangat konsolidasi PWI Kepri mendapat respons dari jajaran Forkopimda Kepri.

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan menyampaikan harapannya agar PWI Kepri terus berkontribusi menghadirkan informasi yang memberikan edukasi kepada masyarakat serta ikut menjaga suasana kondusif di Provinsi Kepulauan Riau.

Baca Lainnya  Semarak HUT ke-19 Ranai Darat, KPDN Tebar Kepedulian  Bansos Cen Sui Lan Disalurkan H. Raja Mustakim

“Saya pribadi memperoleh banyak pelajaran berharga dari teman-teman wartawan. Kami siap bersinergi dengan PWI demi kepentingan bangsa dan daerah, khususnya Provinsi Kepri,” ujar Iman.

Dukungan juga disampaikan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo. Ia mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Peran media sangat besar dan kami banyak belajar dari pers. Selamat kepada pengurus yang baru dilantik,” kata Anom.

Ia berharap PWI Kepri mampu menjawab tantangan jurnalistik ke depan dan menjadi bagian dari komunikasi yang konstruktif antara pemerintah, kepolisian, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Semoga PWI Kepri menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan masa depan, sekaligus menjadi perekat antara pemerintah, kepolisian, dan seluruh stakeholder agar Kepulauan Riau tetap aman dan kondusif,” tuturnya.

Setelah Dilantik, PWI Kepri Langsung Perkuat Kompetensi,PWI Kepri tidak menjadikan pelantikan sebagai akhir dari agenda organisasi. Penguatan kapasitas wartawan langsung dilakukan melalui sejumlah kegiatan.Pada hari yang sama, Kamis (17/9/2026), digelar Orientasi Keorganisasian dan Kewartawanan (OKK) di Harmoni One, Batam Center.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman anggota mengenai organisasi, kode etik jurnalistik, hukum pers serta aspek advokasi bagi wartawan.

Agenda berikutnya adalah Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan pada 18–19 September 2026 di Balairung Sari BP Batam.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa kepengurusan baru PWI Kepri menghadapi pekerjaan besar. Bukan hanya menjaga soliditas organisasi, tetapi juga memastikan wartawan memiliki kompetensi dan integritas yang dibutuhkan di tengah perubahan ekosistem media.

Pelantikan ulang PWI Kepri dengan kepemimpinan Saibansah Dardani hingga masa bakti 2023–2028 pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran organisasi pers di daerah.

Spirit “DNA Pejuang” yang disampaikan Akhmad Munir menjadi pesan utama, teknologi boleh berubah, cara kerja jurnalistik boleh berkembang, tetapi verifikasi, integritas dan tanggung jawab kepada publik tetap menjadi fondasi profesi wartawan.
(KALIT)

Baca Lainnya  Bupati Cen Sui Lan Buka MPLS Sekolah Rakyat Natuna, Disiplin Asrama Jadi Kunci Cetak Generasi Unggul
Saiban sebagi ketua PWI Kepri  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *