ANTASENABULETIN.ID, NATUNA – Kabar duka menyelimuti masyarakat Natuna. Salah satu tokoh yang dikenal luas dan memiliki banyak sahabat, Minarto atau yang akrab disapa Bos Kuntiu, telah berpulang menghadap Sang Pencipta.
Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang mengenalnya. Bapak Nato turut menyampaikan rasa kehilangan yang begitu besar atas wafatnya sahabat setia yang selama ini dikenal sebagai pribadi yang ramah, peduli, dan memiliki jiwa sosial tinggi.
Bapak Nato mengenang bos Kuntiu sebagai sosok luar biasa yang selalu hadir di tengah masyarakat.
“Kenangan terakhir beliau di Sedanau, beliau adalah sosok yang super baik di segala bidang, aktif, memiliki jiwa sosial yang tinggi, senang berteman dan bergaul dengan siapa saja,” ungkap Bapak Nato dengan penuh haru.(21/6/2026)
Dijelaskan Nato, foto kenangan terakhir almarhum mengabadikan momen saat beliau berdiri di mimbar acara Waisak Bersama. Dengan senyum khasnya dan semangat yang membara, almarhum Kuntiu menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Di sana terlihat jelas dedikasinya sebagai pembawa damai dan pencerah bagi lingkungannya.

Lanjutnya, bos kuntiu bukan hanya dikenal sebagai seorang sahabat, tetapi juga figur yang selalu membawa semangat kebersamaan. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan menjadi bukti nyata kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.
Atas nama keluarga besar, Bapak Nato juga menyampaikan doa terbaik bagi almarhum.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Bapak Nato mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat yang mulia.
“Semoga Bos Kuntiu terlahir kembali di alam bahagia dan ditempatkan di surga ” doanya tulus.
Tidak lupa, beliau juga mengajak seluruh kerabat dan sahabat untuk melapangkan dada dan saling memaafkan.
“Tolong maafkan beliau semasa hidup beliau ada khilaf dan salah, tolong hapus dan maafkan” tambahnya
Kepergian Bos Kuntiu di usia 51 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Natuna.

Namun, setiap kebaikan yang pernah ia tanam akan terus tumbuh dalam kenangan banyak orang. Selamat jalan, Bos Kuntiu. Namamu mungkin telah berhenti disebut oleh waktu, tetapi ketulusanmu akan selalu hidup di hati mereka yang pernah merasakan kebaikanmu. Doa terbaik mengiringi langkahmu menuju keabadian. (kalit)
















