Bupati Cen Sui Lan Tegas Awasi Pupuk Bersubsidi, Petani Natuna Juga Dapat Perlindungan BPJS

Natuna600 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID, NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna di bawah kepemimpinan Bupati Cen Sui Lan terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran serta perluasan perlindungan sosial bagi petani melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Hingga Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Natuna telah mencapai 188,53 ton, terdiri dari 30,95 ton pupuk Urea, 93,35 ton pupuk NPK, dan 39,56 ton pupuk organik. Selain itu, pada Mei 2026, Pemkab Natuna juga menyalurkan 24,67 ton pupuk bersubsidi kepada 79 kelompok tani di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur.

Capaian tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Natuna dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah perbatasan dan kepulauan.

Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan bahwa keberhasilan program pupuk bersubsidi bergantung pada ketepatan sasaran dan pengawasan yang ketat.

“Saya menegaskan agar penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran. Hanya petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang berhak menerima bantuan ini.

Pengawasan akan terus diperketat bersama Kejaksaan dan aparat penegak hukum agar tidak terjadi penyalahgunaan, penimbunan, maupun kebocoran dalam pendistribusiannya,” tegas Cen Sui Lan.(13/7/2026)

Menurutnya, harga pupuk bersubsidi jauh lebih murah dibandingkan pupuk non-subsidi sehingga harus dipastikan benar-benar dimanfaatkan oleh petani yang berhak.

“Jangan sampai ada penyalahgunaan ataupun penimbunan pupuk bersubsidi. Program ini diawasi langsung bersama aparat penegak hukum. Saya tidak ingin ada oknum yang memanfaatkan selisih harga untuk kepentingan pribadi. Pupuk ini adalah hak petani,” ujarnya.

Bagi petani yang belum terdaftar dalam RDKK, Bupati meminta agar segera bergabung melalui kelompok tani sehingga dapat memperoleh bantuan pada penyaluran berikutnya.

Baca Lainnya  KPDN Kembali Mengguncang Natuna,Open Turnamen Domino HUT Batu Hitam ke-7 Siapkan Hadiah Rp5 Juta, Pererat Silaturahmi Lintas Suku dan Agama

“Saya mengajak para petani yang belum masuk dalam RDKK agar segera mendaftarkan diri melalui kelompok tani. Pemerintah Daerah akan terus memberikan dukungan agar seluruh petani di Natuna dapat memperoleh manfaat dari program pupuk bersubsidi ini,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pupuk bersubsidi digunakan sesuai peruntukannya dan tidak diperjualbelikan.

“Pupuk bersubsidi merupakan bantuan pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian. Saya meminta seluruh penerima memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dan tidak menjual kembali pupuk tersebut kepada pihak lain,” tegasnya.

Selain memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian, Pemerintah Kabupaten Natuna juga memperluas perlindungan sosial bagi para petani melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Pada tahun 2026, sebanyak 257 petani di sembilan kecamatan telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan memperoleh perlindungan melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian (JKM).

Bupati Cen Sui Lan menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas dukungan dalam memberikan perlindungan kepada petani.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan perlindungan kepada para petani Natuna. Program ini diharapkan mampu membantu mengurangi angka kemiskinan. Bagi keluarga yang menerima santunan, gunakanlah bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga dan masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, perlindungan sosial merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ketahanan pangan tidak akan tercapai apabila para petaninya tidak sejahtera dan tidak memiliki perlindungan. Karena itu, Pemerintah Daerah akan terus hadir memberikan dukungan agar para petani dan buruh tani memperoleh jaminan apabila mengalami kecelakaan kerja maupun risiko lainnya,” kata Cen Sui Lan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna, Wan Syazali, mengatakan pihaknya akan terus memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Baca Lainnya  KRI Sutedi Senoputra 378 Terlibat dalam operasi H3, Basarnas dan 30 Pompong Nelayan Bersatu Mencari Nelayan Arif di Laut Subi.

“Kami akan terus mengawal penyaluran pupuk bersubsidi agar sesuai dengan RDKK serta meningkatkan pembinaan kepada kelompok tani. Harapannya, seluruh program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Natuna,” ujar Wan Syazali.

Ia juga menjelaskan untuk bantuan pupuk subsidi akan dilanjutkan lagi setelah bantuan yang dikucurkan saat ini untuk para petani di Natuna.

Dengan sinergi antara penyediaan pupuk bersubsidi, pengawasan distribusi, serta perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Natuna optimistis produktivitas pertanian akan terus meningkat. Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Bupati Cen Sui Lan dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun sektor pertanian yang maju di wilayah perbatasan Indonesia.(Kalit)

Bupati Natuna Cen Sui lan photo bersama dengan OPD,Kejaksaan Natuna, BPJS tenaga kerja dan para petani Natuna saat penyerahan pupuk subsidi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *