Kabut Asap Selimuti Natuna, Kualitas Udara Memburuk dan Kasus ISPA Tercatat di Sejumlah Wilayah, Bupati Natuna Arahkan ini

Lainnya, Natuna377 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Natuna membuat kondisi kualitas udara semakin mengkhawatirkan. Data pengukuran pada 9 September 2026 menunjukkan konsentrasi partikulat PM2,5 dan PM10 di sejumlah lokasi mencapai kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Berdasarkan data pemantauan periode 6–9 September 2026, konsentrasi harian PM2,5 tercatat 121 µg/m³ pada 6 September, 58 µg/m³ pada 7 September, 88 µg/m³ pada 8 September dan 68 µg/m³ pada 9 September. Sementara PM10 masing-masing tercatat 353, 157, 260 dan 175 µg/m³.

Kondisi paling ekstrem terpantau di Kecamatan Serasan Timur pada 9 September 2026 pukul 08.30 WIB. PM2,5 mencapai 215 µg/m³ dengan kategori sangat tidak sehat, sedangkan PM10 mencapai 675 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya. Suhu tercatat 30°C dengan kelembapan mencapai 84 persen.

Kondisi lebih mengkhawatirkan juga tercatat di Kecamatan Subi berdasarkan data Puskesmas Subi per 9 September 2026. PM2,5 mencapai 459 µg/m³ dan PM10 mencapai 1.044 µg/m³, yang keduanya masuk kategori berbahaya. Kelembapan udara tercatat 82,8 persen dengan suhu 28,3°C.

Di wilayah Bunguran Timur, pengukuran pada pukul 09.25 WIB di halaman Kantor Kecamatan Bunguran Timur menunjukkan PM2,5 sebesar 55 µg/m³ dan PM10 153 µg/m³. Sedangkan pengukuran di halaman UPTD Puskesmas Tanjung mencatat PM2,5 sebesar 53 µg/m³ dan PM10 155 µg/m³.

Sementara itu, pengukuran di Pelabuhan Cemaga menunjukkan PM2,5 sebesar 32 µg/m³ dan PM10 102 µg/m³. Berdasarkan keterangan pada infografis, kondisi udara di lokasi tersebut masuk kategori tidak sehat.

Dampak terhadap kesehatan masyarakat juga mulai menjadi perhatian. Data UPTD Puskesmas Serasan Timur periode 1–8 September 2026 mencatat 18 kasus ISPA. Rinciannya, 4 kasus pada 1 September, 7 kasus pada 2 September, 1 kasus pada 3 September, 3 kasus pada 4 September, nihil pada 5 dan 6 September, 1 kasus pada 7 September serta 2 kasus pada 8 September.

Baca Lainnya  Sinergi Kamtibmas Berbasis Kearifan Lokal, Kapolres Bintan AKBP Argya Apresiasi 49 Mitra Strategis Lewat Bansos Spesial

Dengan demikian berdasarkan data Diskes Kabupaten Natuna , berdasarkan data yang tersedia, total kasus ISPA yang tercatat di Natuna sedikitnya mencapai 122 kasus, yakni 18 kasus di UPTD Puskesmas Serasan Timur, sekitar 34 warga di wilayah Serasan dan 70 kasus pada infografis lainnya. Angka tersebut merupakan akumulasi data dari sumber dan lokasi yang berbeda, sehingga belum dapat disebut sebagai total resmi seluruh kasus ISPA di Kabupaten Natuna.

Untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan kabut asap, tercatat pula pembagian sebanyak 2.250 masker. Distribusi untuk seluruh Kabupaten Natuna.

Kondisi kabut asap ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Natuna, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas anak-anak. Bupati Natuna Cen Sui Lan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi perhatian utama kita. Saya meminta masyarakat, terutama anak-anak, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat,” demikian perhatian Bupati Natuna Cen Sui Lan.(9/9/2026)

Bupati juga mendorong perangkat daerah dan fasilitas kesehatan untuk terus memantau perkembangan kualitas udara serta kondisi kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak.

Langkah nyata juga diambil Bupati Natuna, Cen Sui Lan dengan memperpanjang waktu BDR untuk semua sekolah  sampai tanggal 12 September 2026 dan perintahkan dinas kesehatan untuk membagikan masker yang sudah sampai ribuan banyaknya kepada masyarakt Natuna.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan kabut asap, terutama ketika konsentrasi partikulat berada pada level tinggi. Masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan.

Baca Lainnya  Belum Pakai CVT, Apa yang Ditakuti Daihatsu Indonesia?

Hikmat juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di ruang terbuka ketika asap terlihat pekat, khususnya anak-anak, lansia dan kelompok rentan. Gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata maupun gangguan pernapasan lainnya perlu segera mendapat perhatian.

Kabut asap yang menyelimuti Natuna sebelumnya juga telah berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar, dengan kebijakan belajar dari rumah diberlakukan di sejumlah wilayah. Kabut asap di Subi dan Pulau Panjang dilaporkan diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Perbedaan angka kualitas udara antarwilayah menunjukkan kondisi kabut asap di Natuna tidak seragam. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi terkait kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat dan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan diri.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat pemantauan kualitas udara, kesehatan masyarakat serta distribusi perlindungan kepada wilayah yang mengalami kondisi udara terburuk. (KALIT)

Bupati Natuna Cen Sui lan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *