ANTASENABULETIN.ID,NATUNA – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Bunguran Barat memilih jalan yang berbeda untuk merayakan hari jadinya. Di bawah terik matahari pagi Jumat (19/6/2026), seragam dinas cokelat khas Polri tampak kontras dengan kuas cat dan ember berisi warna-warna cerah di halaman Surau At-Thariq, Kelurahan Sedanau.
Bukan operasi penegakan hukum atau patroli rutin, jajaran polsek yang dipimpin Iptu Raja Oloan Purba ini justru turun tangan langsung melakukan “Bakti Religi”. Mereka bersama warga bergotong royong mengecat ulang dinding surau yang mulai pudar, mengubahnya menjadi lebih segar, bersih, dan layak sebagai rumah ibadah.
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini melibatkan hampir seluruh personil inti Polsek Bunguran Barat. Mulai dari Ps. Kanit Samapta Aiptu Edrianto, Ps. Kasium Aipda Wan Bukhori, hingga Bhabinkamtibmas Bripda Firmansyah yang sudah akrab dengan warga setempat.
Iptu Raja Oloan Purba menekankan bahwa kehadiran polisi di tempat ibadah bukan sekadar formalitas.
“Surau adalah jantung spiritual masyarakat. Jika tempat ibadahnya nyaman, hati jamaahnya pun akan tenang. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya saat ada gangguan keamanan, tetapi juga saat masyarakat butuh dukungan untuk menjaga kekhusyukan beribadah,” jelasnya sambil menyapu kuas cat di dinding surau.
Suasana gotong royong terasa sangat kental. Tidak ada sekat antara aparat dan warga. Banit Samapta Bripka Richat Buha Naibaho, Banit Propam Brigpol M. Wahyudi Abdillah, dan Banit Intelkam Briptu Febriyan Bagus, SH, terlihat akrab bercengkrama dengan Ketua RT/RW sambil bekerja.
Bagi warga Kelurahan Sedanau, aksi ini adalah bukti nyata bahwa polisi adalah bagian dari mereka. “Biasanya kita lihat polisi di jalan raya atau saat ada kejadian. Hari ini, mereka jadi tetangga kami yang membantu memperbaiki rumah Tuhan. Ini sangat menyentuh,” ungkap salah satu warga yang turut membantu membersihkan area sekitar surau.
Memasuki usia ke-80, Polri dituntut untuk semakin dekat dengan akar rumput. Kegiatan Bakti Religi di Surau At-Thariq adalah implementasi konkret dari semangat tersebut. Polsek Bunguran Barat ingin mengirimkan pesan bahwa pengabdian polisi tidak mengenal batas tugas pokok.
Dengan menciptakan lingkungan ibadah yang asri dan indah, Polsek Bunguran Barat berharap dapat meningkatkan kualitas spiritualitas masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin. Situasi yang kondusif dan penuh keakraban selama kegiatan menjadi bukti bahwa pendekatan humanis adalah kunci utama kamtibmas yang stabil.
Sebagai penutup, Iptu Raja Oloan Purba berpesan agar Surau At-Thariq yang telah diperbarui ini dapat terus menjadi pusat aktivitas positif bagi pemuda dan warga Sedanau. “Ini adalah kado kecil dari kami untuk masyarakat. Semoga berkah dan manfaatnya dirasakan oleh semua,” tutupnya.(Kalit)












