Ketua KNPI Natuna Haryadi: Dari Perbatasan, Pemuda Siap Menjaga Keutuhan Indonesia

Lainnya, Natuna522 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum bagi generasi muda Kabupaten Natuna untuk menegaskan kembali komitmen terhadap persatuan, nasionalisme, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dari wilayah perbatasan, pemuda Natuna menyerukan agar semangat perjuangan 1928 diwujudkan melalui aksi nyata untuk menjawab tantangan zaman.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Natuna, Haryadi S., S.E., menegaskan bahwa posisi Natuna sebagai wilayah terdepan Indonesia membawa tanggung jawab besar sekaligus peluang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga kedaulatan dan membangun masa depan bangsa.

“Natuna adalah Indonesia. Menjaga Natuna adalah menjaga Indonesia,” menjadi pesan tegas Haryadi dalam pernyataan refleksi Sumpah Pemuda tahun ini.

Menurut Haryadi, semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada upacara, seremoni, maupun slogan tahunan. Nilai persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus diterjemahkan menjadi keberanian mengambil tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan sosial, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan negara.

Ia mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini telah berubah. Selain tuntutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemuda juga dihadapkan pada ancaman penyalahgunaan narkoba, judi online, penyebaran hoaks, serta melemahnya kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Karena itu, Haryadi mengajak pemuda Natuna untuk memperkuat karakter, meningkatkan literasi digital, menjauhi aktivitas yang merusak masa depan, serta mengembangkan potensi melalui pendidikan, olahraga, kewirausahaan, dan kegiatan sosial yang produktif.

Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya pemerataan kesempatan bagi anak-anak muda yang tumbuh di wilayah perbatasan. Menurutnya, semangat nasionalisme perlu berjalan beriringan dengan upaya membuka akses pendidikan berkualitas, memperluas peluang kerja, memperkuat pembinaan olahraga, dan menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda.

Baca Lainnya  H.Raja Mustakim Meriahkan Open Turnamen Domino Bhayangkara ke-80, Jadi Ajang Silaturahmi Tokoh Natuna

“Kami, pemuda Natuna, tidak meminta dikasihani karena berada jauh dari pusat. Kami ingin mendapatkan kesempatan yang sama. Berikan akses pendidikan yang layak, lapangan kerja, pembinaan olahraga, dan ruang kreativitas, maka dari perbatasan ini akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa,” demikian pesan Haryadi dalam pernyataannya.

Ia juga menyerukan agar pemuda dari Sabang sampai Merauke tidak kehilangan semangat persaudaraan di tengah perbedaan suku, budaya, bahasa, dan latar belakang. Persatuan, menurut pesan tersebut, merupakan kekuatan utama untuk menghadapi tantangan nasional sekaligus menjaga masa depan Indonesia.

Bagi pemuda Natuna, peringatan Sumpah Pemuda memiliki makna penting: menjadi bagian dari pembangunan nasional bukan hanya tentang seberapa dekat seseorang dengan pusat pemerintahan, melainkan tentang kesempatan, kemampuan, dan kemauan untuk berkontribusi bagi bangsa.

“Jika pemuda di pusat menjaga kemajuan, biarlah kami di perbatasan menjaga keutuhannya,” menjadi seruan yang menggambarkan tekad pemuda Natuna untuk berdiri bersama seluruh elemen bangsa.

Pada peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda, Haryadi mengajak seluruh generasi muda menjadikan persatuan sebagai kekuatan, prestasi sebagai kebanggaan, dan pengabdian sebagai bukti cinta tanah air.

Dari Natuna, dari beranda terdepan NKRI, semangat itu digaungkan: menjaga perbatasan, membangun daerah, dan merawat Indonesia adalah tanggung jawab bersama.

Hidup Pemuda Indonesia! Hidup Pemuda Kepulauan Riau! Hidup Pemuda Natuna! Bersatu, Maju, Jaya!
(KALIT)

Ketua KNPI Natuna,Haryadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *