KM. Ocean Three Ditemukan Hidup di Tengah Laut,KP. Napoleon Selamatkan Wan Zaidan,  2 ABK Masih Hilang

Natuna303 Dilihat

DETIK-DETIK PENYELAMATAN,Kapten ANTASENA BULETIN.ID, NATUNA – Di tengah deburan ombak dan ketidakpastian yang mencekam, sebuah kabar lega akhirnya pecah di perairan Tanjung Kumbik.

Kapal Pengawas Perikanan (KPP) KP. Napoleon berhasil menyelamatkan Wan Zaidan, kapten KM. Ocean Three yang hilang kontak sejak Kamis lalu, dalam kondisi hidup namun sangat kelelahan. Penyelamatan ini bukan hanya kemenangan teknis, melainkan bukti ketangguhan manusia melawan ganasnya lautan Natuna.

WAN Zaidan saat mengapung d Ngan fiber di laut

Momen penyelamatan terjadi secara tiba-tiba ketika personil KKP KP. Napoleon menangkap bayangan sesosok pria terapung di atas fiber kecil di tengah laut lepas. Tanpa ragu, petugas segera melemparkan tali dan menarik korban ke atas kapal dengan gerakan cepat dan terukur. Melalui saluran komunikasi resmi, suara petugas lapangan terdengar tegas namun penuh kelegaan:

“Mohon ijin Komandan, kami bersama Kapal KKP KP. Napoleon menemukan 1 korban atas nama Pak Zaidan dan segera kami evakuasi ke Puskesmas Carla Tanjung Kumbik. Demikian sebagai laporan.” ucap petugas KP.Napoleon Dala sambungan komunikasi resmi.

Petugas KP.Napoleon Evakuasi WAN Zaidan dari Laut

Setelah mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Carla Tanjung Kumbik(28/6/2026), Wan Zaidan, dengan suara parau dan mata lelah mengisahkan detik-detik mengerikan pasca-insiden.

 Ia mengungkapkan bahwa awalnya ia berada di atas fiber bersama tiga orang lainnya. Namun, kondisi laut yang ganas memisahkan mereka pada malam hari. Arus kuat menyeret rekan-rekannya ke arah utara, sementara ia terbawa ke lokasi penemuan saat ini.

Kesaksian ini menjadi petunjuk krusial bagi tim SAR. Pola arus laut kini menjadi peta pencarian utama, dan strategi penyisiran disesuaikan secara real-time berdasarkan narasi sang kapten.

Namun operasi SAR belum berakhir. Dua anak buah kapal (ABK) lainnya masih hilang dan terus dicari dengan intensitas maksimal:

Baca Lainnya  Perubahan Rute Kapal Roro BN 01 dan BN 03 Dinilai Persulit Mobilitas Warga Natuna

Yoga (59 tahun)

Arip (57 tahun)

Keberhasilan penyelamatan Wan Zaidan adalah buah dari koordinasi solid lintas instansi dan solidaritas tinggi masyarakat maritim Natuna. Nelayan lokal yang ikut serta dalam pencarian bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai keluarga yang tidak rela kehilangan saudaranya sendiri.

Antasena Buletin ID akan terus memantau perkembangan pencarian Yoga dan Arip. Mari kita panjatkan doa agar keduanya segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kepada keluarga yang menunggu di darat: kalian tidak sendirian. Seluruh rakyat Natuna berdiri di belakang kalian.(Kalit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *