Sinergi Kamtibmas Berbasis Kearifan Lokal, Kapolres Bintan AKBP Argya Apresiasi 49 Mitra Strategis Lewat Bansos Spesial

Bintan, Lainnya166 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,BINTAN – Polres Bintan kembali membuktikan komitmennya dalam membangun kemitraan keamanan yang humanis dan berkelanjutan. Pada Senin (22/6/2026), Kasat Binmas Polres Bintan AKP Pelmi Candra Gusta memimpin langsung penyerahan Bantuan Sosial (Bansos) berupa sembako kepada 49 penerima manfaat yang terdiri dari anggota Sabuk Kamtibmas dan pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Mapolres Bintan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Kapolres Bintan, AKBP Argya Satrya Bhawana, S.H., S.I.K., untuk selalu hadir dan peduli terhadap mitra kamtibmas.

Penyerahan 49 paket sembako ini memiliki makna simbolis yang kuat. Sebanyak 39 paket diberikan khusus kepada anggota Sabuk Kamtibmas Kabupaten Bintan, sementara 10 paket lainnya diperuntukkan bagi Ketua dan pengurus LAM Bintan. Pemilihan dua kelompok masyarakat ini bukan tanpa alasan; mereka adalah pilar utama sistem keamanan lingkungan (Siskamling) modern yang berakar pada kearifan lokal Melayu.

AKP Pelmi Candra Gusta menegaskan bahwa bansos ini merupakan wujud kepedulian institusi—sebagaimana ditekankan oleh Kapolres Argya—terhadap para mitra yang selama ini bekerja tanpa pamrih. “Kegiatan pemberian bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian Polres Bintan kepada masyarakat serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya kepada anggota sabuk kamtibmas,” ungkapnya saat menyerahkan bantuan.

Bagi Polres Bintan, Sabuk Kamtibmas dan LAM bukan sekadar objek pembinaan, melainkan subjek pembangunan keamanan yang setara. Kontribusi mereka dalam mencegah konflik sosial, mengamankan event adat, hingga menjadi mata dan telinga polisi di tingkat RT/RW telah menjadi tulang punggung stabilitas kamtibmas di Kabupaten Bintan.

Langkah Kapolres Bintan AKBP Argya Satrya Bhawana melalui Kasat Binmas ini sejalan dengan paradigma policing modern yang menempatkan masyarakat sebagai partner, bukan objek. Dengan memberikan apresiasi materiil dan moril, Polri sedang melakukan “investasi sosial” yang akan berbuah loyalitas dan partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban umum.

Baca Lainnya  Belum Pakai CVT, Apa yang Ditakuti Daihatsu Indonesia?

Kehadiran tokoh adat (LAM) dalam skema bantuan ini juga menunjukkan sensitivitas pimpinan Polres Bintan terhadap struktur sosial masyarakat. Mengakui peran LAM sama dengan menghormati hierarki kepemimpinan tradisional yang masih sangat dihormati oleh warga. Sinergi antara hukum positif (Polri) dan hukum adat (LAM) inilah yang membuat penanganan masalah keamanan di Bintan seringkali lebih cepat tuntas dan minim resistensi

Selama pelaksanaan kegiatan, suasana di Mapolres Bintan terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak ada sekat kaku antara aparat dan warga; yang terlihat hanyalah senyum, salaman, dan doa bersama. Situasi aman dan kondusif yang tercipta selama acara menjadi cerminan nyata dari hubungan harmonis yang telah dibangun di bawah kepemimpinan Kapolres Argya.

Dengan langkah konkret seperti ini, Polres Bintan tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga merawat hati masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi para mitra kamtibmas dan semakin memacu semangat mereka dalam mengabdi. Karena pada akhirnya, keamanan yang sejati lahir dari rasa saling percaya dan saling peduli antara penjaga negara dan rakyatnya. (Kalit)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *