64 Tim Adu Ketangkasan di Laut Subi,Kayuh Jelur Jadi Warna Baru Wisata Natuna.

Lainnya, Natuna1092 Dilihat

ANTASENA BULETIN.ID, NATUNA — Dari sebuah perlombaan tradisional, Kecamatan Subi mulai membuka peluang lahirnya ikon wisata bahari baru Kabupaten Natuna.

Untuk pertama kalinya, Lomba Kayuh Jelur digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme masyarakat langsung terlihat. Sebanyak 64 tim, masing-masing terdiri dari dua orang, ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung selama tiga hari dan ditutup dengan babak final pada Kamis.

Bagi Camat Subi, Syarifuddin, tingginya partisipasi masyarakat menjadi modal penting untuk membawa Kayuh Jelur keluar dari sekadar perlombaan perayaan kemerdekaan.

Ia melihat tradisi masyarakat pesisir tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi agenda wisata tahunan, bahkan terbuka kemungkinan diperluas hingga menarik peserta dari luar Kabupaten Natuna.

“Lomba tradisional Kayuh Jelur diikuti 64 tim, masing-masing tim dua orang. Berlangsung selama tiga hari, mulai hari Selasa dan final hari Kamis,” ujar Syarifuddin, Kamis (20/8/2026).

Perlombaan berlangsung langsung di perairan Subi yang berada dekat dengan kawasan permukiman. Saat para peserta berpacu menuju garis finis, masyarakat dapat menyaksikannya dari tepian laut maupun pelantar.

Pemandangan para peserta yang mengayuh jelur berpadu dengan kehidupan masyarakat pesisir dan panorama laut Subi. Inilah yang membuat Kayuh Jelur tidak hanya menarik sebagai olahraga tradisional, tetapi juga memiliki nilai budaya dan daya tarik wisata.

Rp13,6 Juta Diperebutkan, Juara Utama Dapat Bonus

Persaingan tahun ini semakin menarik dengan total hadiah mencapai Rp13,6 juta.

Juara pertama memperoleh Rp4 juta, juara kedua Rp3 juta, juara ketiga Rp2 juta dan juara keempat Rp1 juta.

Hadiah juga diberikan hingga peringkat ke-16. Peringkat kelima sampai kedelapan memperoleh Rp500 ribu, sedangkan peringkat kedelapan sampai ke-16 mendapatkan Rp200 ribu.

Baca Lainnya  Satintelkam Polres Natuna Verifikasi Isu Solar Langka, Pertamina Pastikan Stok Aman

Tak berhenti di situ, dukungan terhadap perlombaan juga datang dari pengusaha lokal dengan bonus tambahan Rp1 juta untuk juara pertama.

Besarnya hadiah sekaligus menunjukkan bahwa Kayuh Jelur mendapat dukungan dan perhatian dari berbagai pihak.

Syarifuddin berharap Kayuh Jelur tidak berhenti setelah HUT RI ke-81 berakhir.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dikemas lebih besar dan menarik sehingga menjadi agenda tahunan Kecamatan Subi.

“Harapannya ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT RI. Kalau masyarakat antusias, ke depan bisa kita kembangkan menjadi agenda wisata tahunan Kecamatan Subi,” ujarnya.

Ia bahkan membayangkan Kayuh Jelur nantinya dapat diikuti kecamatan lain hingga peserta dari kabupaten lain.

Jika dikelola secara konsisten, kegiatan ini berpotensi berkembang menjadi atraksi wisata yang lebih luas, bahkan bukan tidak mungkin diperkenalkan hingga tingkat internasional.

Kegiatan ini lahir dari kehidupan masyarakat yang sejak lama bersahabat dengan laut. Karena itu, ketika dikemas menjadi atraksi wisata, yang ditawarkan bukan hanya perlombaan, tetapi juga budaya, tradisi dan kehidupan masyarakat pesisir Natuna.

Ke depan, Kayuh Jelur dapat dikembangkan bersama potensi lain seperti kuliner tradisional, UMKM, kesenian dan budaya lokal sehingga menjadi sebuah festival bahari yang lebih lengkap.

Dampaknya pun dapat meluas. Bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi berpotensi membuka ruang promosi bagi produk lokal dan memperkenalkan Subi sebagai salah satu destinasi wisata bahari Natuna.

Sebuah cerita tentang tradisi yang dipertahankan, olahraga yang diwariskan dan laut yang dimanfaatkan bukan hanya sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai ruang budaya dan wisata.

Jika terus dirawat dan dikembangkan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti masyarakat akan mengenal HUT RI di Subi dengan satu tradisi khas: Kayuh Jelur.(Kalit)

Baca Lainnya  Bupati Natuna Cen Sui Lan Hadir di Rumah Duka Kuntiu, Beri Semangat Keluarga Berduka
Lomba kayuh Jelur SUBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *