Natuna Perkuat Mitigasi Karhutla 2026: Cen Sui Lan Gelar Apel Kesiapsiagaan, Tekankan Pentingnya Peran Masyarakat

Natuna378 Dilihat

ANTASENABULETIN.ID,NATUNA-Pemerintah Kabupaten Natuna memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kesiapsiagaan lintas sektor menjadi perhatian utama, menyusul pentingnya pencegahan dan respons cepat terhadap potensi bencana.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Natuna Cen Sui Lan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna Boy Wijanarko Varianto dalam Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan Penanggulangan Kekeringan dan Karhutla di Pantai Piwang,Ranai,Kabupaten Natuna.

Apel tersebut melibatkan unsur Forkopimda Kabupaten Natuna, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, TNI-Polri, Basarnas petugas pemadam kebakaran, relawan serta unsur masyarakat.

Tidak hanya mengerahkan personel, kegiatan juga ditandai dengan gelar berbagai peralatan penanggulangan bencana, termasuk armada pemadam kebakaran (Damkar), mobil tangki dan sarana pendukung lainnya.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait dapat bergerak cepat apabila terjadi kebakaran lahan maupun kondisi kekeringan yang membutuhkan penanganan di lapangan.

Di Lain tempat,Cen Sui Lan menegaskan, penanggulangan kekeringan dan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

“Penanggulangan kekeringan dan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, media, relawan hingga masyarakat,” kata Cen Sui Lan.(28/8/2026)

Selain kesiapan personel dan peralatan, Bupati Natuna meminta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus ditingkatkan, khususnya di desa-desa yang memiliki potensi rawan karhutla.

Masyarakat perlu memahami bahaya pembakaran lahan serta mengetahui jalur pelaporan apabila menemukan titik api.

Menurut Cen Sui Lan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan. Informasi mengenai munculnya titik api harus segera disampaikan agar dapat ditindaklanjuti sebelum kebakaran meluas.

Baca Lainnya  Kawal 2.000 Peserta Pawai HUT Ranai Darat, Satlantas Polres Natuna Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar

“Mari bersama-sama kita jadikan kesiapsiagaan dan pencegahan sebagai budaya. Jangan menunggu bencana terjadi baru kita bergerak. Dikarenakan lebih baik mencegah daripada menanggulangi,” tegasnya.

Pemkab Natuna juga akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi.

Apabila kondisi di lapangan mengharuskan, pemerintah daerah akan mempertimbangkan penetapan status siaga darurat sebagai bagian dari langkah penanganan.

Karena itu, apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan personel, armada, peralatan serta koordinasi antar-OPD dan lintas sektor benar-benar siap digunakan ketika dibutuhkan.

Cen Sui Lan turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan dan jajaran personel, Forkopimda, OPD terkait serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap kesiapan yang telah dibangun dapat terus dijaga melalui koordinasi dan kepedulian bersama.

“Semoga dengan kesiapan, sinergi dan kepedulian seluruh pihak, Kabupaten Natuna mampu menghadapi potensi kekeringan dan karhutla dengan cepat, tepat serta terkoordinasi,” ujar Cen Sui Lan.

Dengan kesiapan Forkopimda, OPD terkait, TNI-Polri, Damkar, relawan dan masyarakat, Natuna berupaya memperkuat sistem pencegahan sekaligus mempercepat respons apabila ancaman kekeringan dan karhutla terjadi.

Bagi Pemkab Natuna, pencegahan menjadi langkah utama: lebih baik bersiap sebelum bencana datang daripada bergerak setelah api membesar.(Kalit)

Bupati Natuna Cen Sui lan dan aple Karhutla 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *