9.054 Warga Natuna Terima Beras 30 Kg, Cen Sui Lan Dorong CKG Gratis Diperluas

Lainnya, Natuna569 Dilihat

ANTASENA BULETIN.ID,NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna memperkuat jaring pengaman sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat secara bersamaan. Sebanyak 9.054 Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapat bantuan beras untuk periode Juli hingga September 2026, sementara cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus digenjot agar menjangkau lebih banyak masyarakat.

Peluncuran penyaluran bantuan pangan pemerintah sekaligus peningkatan cakupan CKG tersebut digelar di Puskesmas Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Jumat (28/8/2026).

Bupati Natuna Cen Sui Lan hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, jajaran Bulog, anggota DPRD Natuna, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, serta masyarakat.

Momentum tersebut tidak sekadar menjadi seremoni penyaluran bantuan. Cen Sui Lan menekankan pentingnya memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran sekaligus memastikan masyarakat tidak mengabaikan kesehatan.

30 Kilogram Beras untuk Tiga Bulan

Pimpinan Cabang Bulog Ranai, Pencius Siburian, menjelaskan bahwa pada penyaluran bantuan pangan periode Juli, Agustus dan September 2026, setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan.

Dengan demikian, setiap PBP menerima total 30 kilogram beras untuk tiga bulan.

Jumlah penerima kali ini juga mengalami perubahan signifikan. Dari sebelumnya sebanyak 7.321 PBP, kini meningkat menjadi 9.054 PBP.

Peningkatan tersebut bukan semata-mata menunjukkan bertambahnya masyarakat yang membutuhkan bantuan. Menurut Bupati Cen Sui Lan, perubahan jumlah penerima merupakan hasil dari proses pemutakhiran data yang dilakukan pemerintah hingga tingkat desa.

“Bukan masyarakat kita yang semakin susah, tetapi data kita yang semakin baik dan semakin sempurna, sehingga bantuan dapat diberikan lebih tepat sasaran,” kata Cen Sui Lan.(28/8/2026)

Ia sebelumnya telah meminta para camat dan kepala desa melakukan pendataan ulang berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Baca Lainnya  Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewatkan, sementara mereka yang secara ekonomi sudah lebih mampu tidak lagi menerima bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok rentan.

Cen Ingatkan Beras Bantuan Jangan Dijual

Di hadapan masyarakat penerima bantuan, Cen Sui Lan memberikan pesan tegas agar beras yang diterima tidak diperjualbelikan.

Menurutnya, bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga selama tiga bulan, bukan untuk dijadikan sumber pendapatan lain.

“Beras ini jangan dijual. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Cen juga mengingatkan bahwa data penerima akan terus dievaluasi dan diperbarui. Jika ditemukan penerima yang tidak lagi memenuhi kriteria atau menyalahgunakan bantuan, status penerima dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah.

CKG Umum Baru 50,9 Persen, Target 80 Persen

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Natuna juga memberikan perhatian serius terhadap pelayanan kesehatan gratis.

Hingga Agustus 2026, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) umum di Kecamatan Bunguran Selatan telah menjangkau 1.813 orang dari total 3.562 sasaran, atau mencapai 50,9 persen.

Capaian tersebut masih harus dikejar karena target yang ditetapkan hingga akhir 2026 mencapai 80 persen.

Pemerintah bersama jajaran Puskesmas akan memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, melakukan pendekatan langsung, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa, kader kesehatan, Posyandu dan berbagai unsur lintas sektor.

Bagi Cen Sui Lan, pemeriksaan kesehatan tidak boleh menunggu seseorang jatuh sakit terlebih dahulu.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas CKG yang telah disiapkan pemerintah.

“Jangan takut untuk memeriksakan diri. Dengan pemeriksaan sejak dini, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Cen, ketika suatu penyakit dapat diketahui sejak awal, penanganannya juga bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Baca Lainnya  Semarak 1 Muharram, Satlantas Polres Natuna Kawal Pawai Pelajar SMAN 2 Bunguran Timur

CKG Anak Sekolah Tembus 84,29 Persen

Berbeda dengan CKG umum, program CKG Anak Sekolah di Bunguran Selatan telah menunjukkan capaian yang lebih tinggi.

Dari total 732 anak sekolah yang menjadi sasaran, sebanyak 617 anak atau 84,29 persen telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Masih terdapat 115 anak yang belum diperiksa. Pemerintah menargetkan seluruh anak yang masuk sasaran dapat memperoleh pelayanan pemeriksaan kesehatan.

Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pihak sekolah, guru, orang tua, kader kesehatan dan tenaga medis.

Intervensi Stunting Terus Didorong

Program kesehatan juga menyasar persoalan gizi dan stunting.

Hingga saat ini, intervensi gizi telah dilakukan terhadap 163 balita dari sasaran yang tercatat sebanyak 315 balita.

Pemerintah menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan proses berkelanjutan, mulai dari pemantauan pertumbuhan, pemeriksaan kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi, pemberian makanan tambahan hingga edukasi kepada orang tua.

Karena itu, pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan dan keluarga diminta terus bersinergi memastikan balita sasaran mendapatkan pemantauan secara berkala.

Anak Keluarga Kurang Mampu Diminta Manfaatkan Sekolah Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Cen Sui Lan juga mengingatkan masyarakat mengenai kesempatan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 yang memenuhi persyaratan didorong untuk mendaftarkan diri melalui Dinas Sosial.

Cen menegaskan pemerintah tidak ingin persoalan ekonomi menjadi alasan anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

“Kita tidak ingin lagi mendengar ada anak-anak yang putus sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu secara ekonomi,” ujarnya.

Ia bahkan meminta masyarakat yang memiliki anak sesuai kriteria agar tidak ragu menyampaikan langsung kepada pemerintah daerah.

Termasuk anak-anak yang sudah kehilangan orang tua, Cen meminta agar mereka didata sehingga mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama.

Baca Lainnya  KM Kelimutu Berhasil Lepas dari Karang Tanpa Ditarik, Segera Bersandar di Pelabuhan Serasan

Bantuan Pangan dan Kesehatan Jadi Dua Prioritas

Selain beras, Cen Sui Lan juga menyampaikan bahwa bantuan kebutuhan pokok lainnya, termasuk minyak goreng, diharapkan segera dapat diterima masyarakat.

Informasi yang diterima pemerintah daerah, pasokan minyak goreng telah dikirim dari Jakarta dan diharapkan segera tiba di Natuna.

Jika belum dapat disalurkan sebagai bantuan, pemerintah membuka kemungkinan agar kebutuhan tersebut dapat tersedia melalui program pasar dengan harga yang lebih terjangkau.

Bagi Cen Sui Lan, dua hal tersebut—ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat—harus berjalan beriringan.

Bantuan pangan diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran keluarga, sementara pemeriksaan kesehatan gratis menjadi langkah preventif agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal.

“Semoga bantuan pangan ini benar-benar bermanfaat bagi keluarga, pelayanan kesehatan gratis memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, dan berbagai program pemerintah ke depan dapat terus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Natuna,” harap Cen.

Kegiatan launching berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB dan diikuti sekitar 150 orang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan terkendali.(Kalit)

Bupati Natuna Cen Sui lan di Bunguran Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *