Deni Jebat Kenalkan Filosofi Tanjak, Geram Kepri Bersatu Gandeng Disparbud Anambas Angkat Warisan Melayu

Anambas, Lainnya477 Dilihat

ANTASENA BULETIN.ID, ANAMBAS – Upaya melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada generasi muda terus digencarkan. Geram Kepri Bersatu berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar silaturahmi sekaligus edukasi budaya Melayu, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat filosofi tanjak dan tata cara pemakaian kain samping, sebagai bagian dari identitas dan warisan adat Melayu.

Pengurus Bidang Kebudayaan Geram Kepri Bersatu sekaligus Plt. Ketua Geram Kepri Bersatu Kepulauan Anambas, Deni Jebat, hadir sebagai narasumber. Ia menegaskan, tanjak tidak hanya berfungsi sebagai penutup kepala, tetapi menyimpan nilai sejarah, adat, identitas dan filosofi kehidupan masyarakat Melayu.

“Tanjak dalam alam Melayu bermakna tanah yang dipijak,” ujar Deni.

Dalam edukasi tersebut, Deni memperkenalkan tujuh jenis tanjak lengkap dengan filosofi dan penggunaannya. Peserta juga diperkenalkan dengan empat jenis ikatan kain samping yang langsung dipraktikkan bersama.

Menurut Deni, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenakan atribut Melayu. Pemahaman mengenai makna, sejarah dan adat di balik setiap warisan budaya harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda.

“Kita jangan hanya memakai tanjak karena terlihat bagus. Kita juga harus memahami makna, sejarah, adat dan identitas Melayu di baliknya,” katanya.

Ia mengapresiasi sambutan Disparbud Anambas terhadap kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan.

“Budaya akan tetap hidup apabila dikenalkan, dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas, Hani Muzwati, S.Pd., M.M., menyambut baik kunjungan Geram Kepri Bersatu. Ia memberikan apresiasi kepada kalangan muda yang masih memiliki kepedulian untuk mengangkat dan melestarikan budaya warisan Melayu.

Hani bahkan mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari edukasi yang disampaikan Geram.

Baca Lainnya  IKAPTK Natuna Sosialisasikan Penerimaan Calon Praja IPDN 2026

“Saya sendiri baru tahu filosofi dan penggunaan tanjak warisan. Saya berharap keberadaan Ormas Geram sebagai bentuk perpanjangan tangan pemerintah untuk mengenalkan dan menjaga budaya warisan Melayu,” imbuhnya.

Menurut Hani, keberadaan organisasi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap budaya menjadi mitra penting pemerintah dalam memperkuat gerakan pelestarian budaya daerah.

«“Kami tentunya merasa sangat terbantu dengan adanya organisasi seperti Geram Kepri Bersatu. Insya Allah ke depannya kita akan buat kegiatan bersama,” tutupnya.»

Kolaborasi Geram Kepri Bersatu dan Disparbud Anambas ini menjadi langkah strategis untuk menjadikan budaya Melayu bukan sekadar simbol seremonial, tetapi identitas yang dipahami, dibanggakan dan diwariskan oleh generasi muda.(Kalit)

Deni Jebat Plh Ketua Geram Kepri Bersatu Anambas Serahkan  Tanjak Dengan Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas, Hani Muzwati,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *